Unimed Resmi Buka Pedaftaran Mahasiswa Baru Tahun 2020

MEDAN (alfatih-media.com)- Universitas Negeri Medan (Unimed) resmi membuka pendafaran mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) untuk mahasiswa baru tahun 2020.

Hal itu disampaikan langsung oleh Rektor Unimed Dr Syamsul Gultom SKM, M Kes kepada wartawan di ruang Inheren Biro Rektor Unimed, Rabu (4/12/2019). Dia didampingi Ketua Panitia yang juga wakil rektor I, Dr Restu MS, Wakil Ketua yang juga wakil rektor IV, Prof Drs Manihar Situmorang MSc PhD,  Sekretaris Prof Dr Sahat Siagian MPd (Wakil Rektor Ill), Bendahara Dr Martina Restuati MSi (Wakil Rektor ll) dan Kepala Humas Unimed M Surif .

Rektor Unimed Dr Syamsul Gultom menyebutkan, kuota mahasiswa baru untuk tahun 2020 sebanyak 7.000 orang dengan rincian SNMPTN minimum 20 % atau 1.400 orang, SBMPTN minimum 40 %  atau 3.500 orang dan jalur MANDIRI maksimum 30 % atau sekitar 2.100 orang.

“Kuota SNMPTN sebanyak 20 persen itu kebijakan pusat. Sebenarnya ada 10 persen lagi ditentukan rektorat. Nah, berdasarkan kesepakatan yang 10 persen itu dimasukkan ke SBMPTN. Jadi, kuota SBMPTN minimum 40 persen, maksimum 50 persen,”sebutnya.

Namun kata Syamsul, sebelum melakukan pendaftaran ada beberapa tahapan yang harus dilakukan pihak sekolah. Pertama, sekolah harus meregistrasi akun LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi). Untuk registrasi akun LTMPT ini sudah dibuka sejak 2 Desember hingga 7 Januari 2020 mendatang.

Kemudian lanjutnya, pengisian PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa), pemeringkatan siswa yang dilakukan oleh sekolah  mulai 13 Januari hingga 6 Februari 2020. Setelah itu, sekolah melakukan pemeringkatan siswa 13 Januari- 6 Februari 2020, pengumuman siswa yang Eligilbe untuk Daftar SNMPTN 13 Januari -6 Februari 2020 (Setelah Sekolah melakukan finalisasi PDSS). 

“Selanjutnya, barulah dilakukan pendaftaran SNMPTN pada 11-25 Februari 2020 dan pengumuman Hasil SNMPTN pada 4 April 2020 pukul 15.00 WIB. Untuk pilihan program studi, setiap siswa diperbolehkan memilih dua Program Studi dari satu PTN atau dua PTN," ujar Dr Syamsul. 

Sementara itu jelasnya, syarat peserta SBMPTN tahun 2020 adalah siswa SMA/SMK/MA sederajat lulusan tahun 2018 dan 2019 yang sudah memiliki ijazah, surat Keterangan Lulus Pendidikan Menengah, memiliki Nilai UTBK, memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu studi, memiliki NISN. 

Bagi peserta yang memilih program studi bidang seni dan olahraga wajib menggunggahportofolio.  Mengenai biaya UTBK ditanggung peserta dan subsidi pemerintah. 

“Pada SNMPTN tahun 2020 ini, persyaratan kuota yang diberikan kepada sekolah di antaranya akreditasi A  sebanyak 40 % terbaik di sekolah,  akreditasi B sebanya 25 % terbaik di sekolah dan akreditasi C  sebanyak 5% terbaik di sekolah. Misalnya, sekolah Sutomo itu kan sudah akreditasi A. Nah, sekolah itu boleh mengirim 40 persen siswanya ikut mendaftar,”timpal Ketua Panitia yang juga wakil rektor I, Dr Restu MS.

Proses Penerimaan Mahasiswa Baru Berbeda

Proses penerimaan mahasiswa jalur SNMPTN dan SBMPTN tahun 2020 tahun ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Tahun 2020 penerimaan  mahasiswa baru PTN dikelola oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Hal ini dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas proses seleksi penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi (PT) telah menjadi kebutuhan dan kebijakan nasional. 

"Proses ini untuk mendapatkan in take calon mahasiswa mengacu kepada kemampuan potensi calon mahasiswa melalui proses seleksi yang proposional dan berkeadilan. Model dan proses seleksi calon mahasiswa baru masuk Perguruan Tinggi Negeri dikembangkan sesuai perkembangan teknologi informasi, teknologi cyber, dan era digitalisasi serta tuntutan masyarakat terhadap out put pendidikan tinggi yang kompeten. Selain itu masyarakat membutuhkan model tes dan seleksi calon mahasiswa baru yang mengacu pada prinsip-prinsip kenyamanan, fleksibilitas, dan kualitas, " jelas Rektor.

Makanya, lanjut Rektor,  tes yang dilakukan mampu memprediksi kemampuan calon mahasiswa untuk bisa menyelesaikan belajar di perguruan tinggi, tes kompetensi calon mahasiswa yang akan melanjutkan di program studi tertentu serta pentingnya lembaga permanen yang melaksanakan tes terstandar secara nasional. 

Dikatakannya, penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana pada PTN mengedepankan prinsip  Adil tanpa membedakan agama, suku, ras, jenis kelamin, umur, kedudukan sosial . kondisi fisik, dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa, dengan tetap memperhatikan potensi dan prestasi akademik calon mahasiswa, akuntabel, fleksibel, efisien dan transparan.

“Perbedaannya pada pemeringkatan Siswa pada PDSS dilakukan oleh Sekolah.  Sementara Tahun 2019 dilakukan oleh LTMPT. Berkaitan pemeringkatan siswa, sekolah dapat menambah kriteria lain berupa prestasi akademik dalam menentukan peringkat siswa bila ada nilai yang sama,”bebernya. 

Selanjutnya kata Syamsul, waktu pelaksanaan UTBK 2020 berlangsung selama satu minggu yakni 7 hari dengan 14 sesi (dua sesi setiap hari) dan dilaksanakan di 74 pusat UTBK PTN.  Sementara tahun 2019, UTBK dilakukan 12 sesi dan dilaksanakan boleh dengan PTS dan Sekolah Mitra dan . tahun 2010 UTBK hanya dilaksanakan di PTN. 

“Tahun ini peserta UTBK hanya diperbolehkan mengikuti satu kali tes, sedangkan tahun 2019 peserta boleh mengikuti 2 kali tes. Peserta UTBK boleh memilih Kelompok Tes Saintek, Soshum dan Campuran. Mengenai biaya Tes UTBK untuk Kelompok Saintek dan Soshum Rp. 200.000, sedangkan Kelompok Campuran Rp. 300.000,”ucapnya.

Disamping itu lanjutnya, adanya kebijakan Single Sign On (SSO) yang merupakan Tahap Awal dari Pendaftaran SNMPTN, UTBK dan SBMPTN 2020. Setiap Peserta Wajib Registrasi Akun melalui laman: http://portal.ltmpt.ac.id

“Hasil UTBK Tahun 2020 hanya berlaku untuk penerimaan mahasiswa baru Tahun 2020 dan  peserta Pelamar Program KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah dan Ale, yang sekarang dinamakan BIDIKIMISI, Pelajari Prosedur Pendaftaran pada laman http://kip-kuliah.kemdikbud.go.id dan http://adik. kemdikbud. go.id,”sebutnya. (ef/foto:ist)

Latest Articles

Comments