Trik Memikat Wanita ala Sahabat Nabi al Mughirah bin Syu bah

Alfatih-media.com-Salah satu tema sejarah yang mungkin jarang sekali diangkat dalam dunia Islam adalah sejarah percintaan. Sebab sejauh yang kita ketahui, paling tidak sejarah itu berkaitan dengan tokoh, peperangan, atau pun suatu tempat. Namun siapa sangka, kadangkala dari bagian-bagian itu terselip kisah-kisah menarik, tak terkecuali kisah cinta

Ibn Jauzi misalnya, dalam karyanya al-Adzkiyaa menceritakan bagaimana kisah cinta dari salah satu sahabat Nabi, al-Mughirah bin Syu’bah.

Dikisahkan, pada suatu waktu, al-Mughirah bin Syu’bah hendak menikahi seorang perempuan yang kecantikannya diakui oleh semua orang, lalu ia pergi ke kediaman perempuan tersebut untuk melamarnya. Sesampainya di sana, betapa kagetnya ia. Ternyata ada pria lain yang juga ingin melamarnya. Seketika, al-Mughirah pun minder, karena melihat saingannya memiliki paras yang tampan dan perawakan yang gagah.

Kehadiran dua pria ini tentu membuat perempuan tersebut dilema, karena harus dihadapkan pilihan antara pria tampan atau pria mapan. Ya, al-Mughirah memang terkenal sebagai seorang hartawan saat itu.

Kemudian, perempuan tersebut mengajukan syarat agar keduanya berdiskusi, supaya ia bisa melihat kelebihan dan keseriusan mereka berdua.

Al-Mughirah kemudian mengajukan pertanyaan jebakan kepada saingannya itu, “Bagaimana kamu menyikapi materi?”

Pria tampan tersebut pun menjawab, “Saya ini tipe pria yang teliti. Oleh karena itu, saya ini selalu menghitung pemasukan dan pengeluaran saya, bahkan untuk hal-hal sekecil atom pun akan saya hitung.”

Lantas, al-Mughirah pun berkata, “Kalau saya, saya ini tipe orang yang tidak perhitungan. Saya selalu menaruh uang di brankas dan seringkali keluarga saya mengambil uang tersebut sesuka hati mereka tanpa sepengetahuan saya. Apa yang mereka lakukan, saya tidak pernah mempermasalahkannya.”

Mendengar dialog itu, si perempuan memutuskan dalam hatinya bahwa pria yang tidak perhitungan lebih ia sukai daripada pria tampan yang suka perhitungan, bahkan terhadap hal-hal kecil sekalipun. (sumber:BincangSyariah.com)

Latest Articles

Comments