Beredar Instruksi ke Camat dan Aparat Pemerintah Rusak APK Paslon 02, Kuasa Hukum BERANI : Jangan Terprovokasi
"Ada info malam ini diperintahkan para camat dan lurah akan membersihkan spanduk PROF Ridha Rani di kota Medan," isi pesan yang tersebar di sejumlah grup relawan Prof Ridha dan Abdul Rani, Sabtu (9/11/2024) malam lalu.
Prof Ridha awalnya meragukan informasi yang beredar tersebut.
Namun bersamaan dengan pelaksaan kampanye akbar calon walikota dan wakil walikota Medan nomor urut 2 yang berlangsung Minggu (10/11/2024) pagi lalu, dirinya menemukan kebenaran terkait sejumlah APK pasangan BERANI yang sengaja dirusak secara massif bahkan hilang di sejumlah titik di 21 kecamatan di kota Medan.
"Kita tentu merasa prihatin apalagi kalau memang ada instruksi khusus kepada Camat dan aparat pemerintah untuk merusak APK kita (Paslon walikota nomor urut 2). Tentu saya mempersilahkan lembaga pengawas pemilu untuk mempertanyakan langsung ke Camat," tegasnya.
Disinggung pengrusakan APK terjadi setelah berlangsungnya debat calon walikota Medan yang digelar oleh KPU, Prof Ridha juga mengaku heran.
"Hakikatnya debat merupakan ajang penyampaian ide dan wawasan untuk di challenge dan tidak untuk anarkis," tegasnya.
Dalam kesempatan itu.juga, Prof Ridha meminta agar relawan, pendukung serta sahabat BERANI lebih bersikap dewasa.
"Saya sampaikan kepada seluruh teman-teman dan pendukung sahabat Ridha dan Rani agar melaksanakan politik beretika dan santun. Saya juga instruksikan kepada seluruh pendukung, relawan dan sahabat Ridha dan Rani agar tidak membalas dan tidak ikut merusak APK pasangan lain," imbaunya.
Prof Ridha pun meminta kepada pihak yang berkaitan seperti KPU, Bawaslu dan juga aparat keamanan agar menindak tegas pelaku yang terbukti melakukan perusakan APK
Sementara itu pengamat sosial politik UMSU Buya Rafdinal melontarkan kalimat pedas atas tindakan oknum yang merusak APK pasangan calon.