“Pendidikan karakter ini seperti disiplin, religious dan memiliki kekuatan fisik serta berwawasan keterampilan,” ujarnya.
Selanjutnya di bidang Kesehatan, Prof Ridha menekankan, persoalan gizi seimbang, disiplin hidup bersih dan sehat, penguatan pencegahan penyakit melalui Posyandu dan penguatan pelayanan Kesehatan berkualitas. “Tenaga medis ada, tapi penunjang peralatan kurang baik. Inilah yang harus ditingkatkan,” katanya.
“Menambah ruang pekerjaan baru bagi generasi muda, dan menciptakan generasi muda bekarakter serta memiliki keterampilan mandiri. Dengan penguatan ini, saya yakin angka kriminalitas rendah. Karena semua orang sibuk dalam rutinitas pekerjaannya,” ujarnya.
Di akhirnya, mengenai persoalan banjir kota, Prof Ridha mengakui, sebagai anak Medan yang tumbuh dan besar di Kawasan Medan Petisah, justru banyak Sejarah yang didapatkan. Dahulu ruas jalan tidak banjir, sekarang banjir. Bahkan, dulu sering banjir, sekarang menjadi lama surutnya. Bahkan, Sungai Sei Sikambing ini bersih sekarang kotor.
“Saya akan menuntaskan masalah ini dengan mengurai masalahnya dari awal, dan menuntaskanya secara bertahap melalui pendekatan fakta lapangan dan kajian akademik. Sehingga hasil solusinya, bukan diukur dari dikerjakan tapi diukur dari angka selesai tidak banjir lagi,” sebutnya.
Prof Ridha menyampaikan, tentu sebagai seorang yang sedang ikut konstestasi politik ini, berharap kepada seluruh Masyarakat di Kota Medan untuk memilih pemimpin dari sisi keseriusannya memimpin Kota Medan. Bukan dari money politik yang diberikan. “Jika memilih pemimpin karena money politik, hasilnya adalah memilih penyuap terbaik di Kota Medan,” ucapnya.