Umat Islam Belanda Turun ke Jalan, Protes Pembakaran Al-Quran

August 28, 2023 - 21:51
Foto: Ilustrasi/int
2 dari 3 halaman

Rasmus Paludan, seorang Islamofobia ekstrem kanan Denmark dan pemimpin Partai Stram Kurs (Garis Keras), melanjutkan provokasi dengan membakar Al-Quran di kota-kota Swedia, Malmo, Norkopin, Jonkoping, dan Stockholm selama liburan Paskah pada tahun 2022.

Paludan membakar kitab suci umat Islam di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm pada 21 Januari dan di Kopenhagen pada 27 Januari.

Edwin Wagensveld, pemimpin organisasi Islamofobia Patriotic Europeans Against the Islamisation of the West (PEGIDA) di Belanda, merobek-robek Al-Quran dalam sebuah demonstrasi seorang diri di Den Haag pada tanggal 22 Januari, di bawah perlindungan polisi, dan pada tanggal 13 Februari di kota Utrecht.

Kelompok-kelompok Muslim berkumpul di tempat di mana demonstrasi di Rotterdam direncanakan dan mengadakan demonstrasi tandingan karena demonstrasi PEGIDA tidak dilarang meskipun ada pengumuman bahwa anggota kelompok tersebut akan membakar Al-Quran.

Wagensveld, yang dibebaskan pada hari yang sama setelah ditahan, ingin melakukan aksi serupa di Den Haag keesokan harinya, namun polisi menahan Wagensveld dengan alasan tidak mematuhi aturan demonstrasi.

Pada tanggal 18 Agustus, Wagensveld merobek Al-Quran di depan Kedutaan Besar Turki di Den Haag.

Di Stockholm, Salwan Momika, seorang ekstremis Islamofobia asal Irak, membakar Al-Quran di bawah perlindungan polisi di depan Masjid Stockholm pada tanggal 28 Juni, yang bertepatan dengan hari pertama hari raya Idul Adha.

Momika menginjak-injak Al-Quran dan bendera Irak di bawah perlindungan polisi di depan Kedutaan Besar Irak di Stockholm pada tanggal 20 Juli, dan di depan Parlemen Swedia pada tanggal 31 Juli dan 14 Juli.