Alfatih-media.com-Umat Islam telah berpartisipasi dalam sebuah protes yang diselenggarakan oleh organisasi-organisasi Islam di kota Den Haag, Belanda, di tengah-tengah insiden anti-Islam yang sedang berlangsung di seluruh Eropa.
Dilansir alfatih-media.com dari hidayatullah, Senin (28/8/2023), para pengunjuk rasa membawa salinan Al-Quran pada hari Sabtu dan berkumpul di Malieveld Square.
Mereka membawa spanduk bertuliskan: “Al-Quran memberi kita cahaya untuk membimbing kami, api tidak dapat membakar Matahari” dan “Saya mencintai Al-Quran” saat para demonstran berjalan menuju kedutaan besar Denmark dan Swedia.
Para pengunjuk rasa mengkritik pemerintah yang mengizinkan tindakan permusuhan terhadap Al-Quran.
Mereka berteriak: “Hentikan pembakaran buku dan kitab suci kami,” dan “Malu pada pemerintah Denmark dan Swedia!” Para demonstran juga membacakan ayat-ayat Al-Quran.
Serdar Isik, seorang psikolog, membacakan sebuah pernyataan di depan Kedutaan Besar Swedia dan mengatakan bahwa serangan terhadap Al-Quran di Denmark, Swedia dan Belanda sangat melukai hati umat Islam dan merobek-robek Al-Quran di bawah perlindungan polisi adalah tindakan rasis.
Isik mengecam Walikota Den Haag Jan van Zanen, yang mengizinkan penghinaan terhadap Al-Quran. “Sangat menyakitkan bagi kami bahwa kaum rasis dan fasis diizinkan untuk menyerang nilai-nilai lebih dari satu juta Muslim di Belanda secara terang-terangan,” kata Isik.
Dia mengatakan para demonstran menuntut pemerintah Belanda untuk menyiapkan rancangan undang-undang yang menekankan perlindungan terhadap perdamaian beragama dan memastikan koeksistensi damai antara kelompok-kelompok dan individu-individu yang beragama dan tidak beragama.
Serangan di Swedia, Denmark dan Belanda