Sementara itu, pakar keamanan siber dari CISSReC, Pratama Persadha, menyebut bahwa kemungkinan besar domain PeduliLindungi telah kedaluwarsa dan tidak diperpanjang, sehingga bisa dibeli pihak ketiga. "Kalau domain dibiarkan tanpa pengelolaan, bisa saja diambil oleh pihak tak bertanggung jawab dan digunakan untuk hal-hal yang merugikan, seperti judi atau penipuan online," jelasnya.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran publik, terutama mengingat aplikasi PeduliLindungi sempat menyimpan berbagai informasi sensitif, termasuk data vaksinasi, riwayat perjalanan, dan nomor identitas penduduk.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengakses tautan mencurigakan dan segera melaporkan jika menemukan aktivitas digital yang tidak wajar terkait dengan situs atau aplikasi pemerintah.