Sudah Saatnya Orang Karo Pimpin Kota Medan, Karo Menang Medan Maju

November 7, 2024 - 12:50
Deklarasi Masyarakat Karo (f:doc/alfatih-media.com)
2 dari 3 halaman

Apalagi, katanya, Calon Wali Kota yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, PPP, Partai Ummat, Partai Buruh, Partai Bukan Bintang, Partai Gelora dan Partai Kebangkitan Nusantara merupakan sosok profesional dan akademisi yang rela meninggalkan semua karir dan jabatan sebagai Profesor nya untuk mengabdikan dirinya untuk kepentingan masyarakat dan membawa Kota Medan menjadi lebih baik ke depan.

"Apakah kita semua Berani menangkan Ridha-Rani, apakah kita mau berjuang bersama Ridha-Rani untuk Medan lebih baik,? tanyanya yang disambut Berani oleh masyarakat yang hadir, nomor berapa? tanyanya lagi, Nomor 2 kembali masyarakat menjawab sehingga membuat Jambur Namaken malam itu menggelegar.

Dan sampai pada saatnya Ridha Dharmajaya yang dengan memakai pakaian adat Karo naik ke atas pentas menyampaikan visi misinya maju sebagai Wali Kota di Pilkada Medan 2024.

Mengawali sambutannya, Ridha menceritakan sedikit tentang darah Karo yang mengalir di darahnya berasal dari Kakek Buyut yang bernama Hidup Sembiring yang lahir di Lau Keri atau disebut juga Sungai Krio, sebuah kampung tradisional Karo yang terletak di Kec. Kutalimbaru, Kab. Deli Serdang.

Ridha menceritakan bahwa kenapa dirinya tidak memakai marga Sembiring Meliala di belakang namanya dikarenakan Kakek Buyutnya saat merantau ke Medan untuk menyambung hidup harus bekerja di Hotel De Boer yang saat ini bernama Hotel Grand Inna yang terletak di Jalan Balai Kota.

Saat itu, katanya, untuk menjadi pekerja di Hotel De Boer harus bersuku jawa.

"Makanya, kakek Hidup Sembiring saat itu gak pakai marga di depan namanya. Dan, itu pun akhirnya ayah saya dan uwak (paman) saya tak memakai marga termasuk saya," jelasnya.

Hanya saja, katanya, setiap acara adat karo, oleh keluarganya terutama yang berada di Kutalimbaru selalu memberitahu bahwa dirinya adalah bermarga Sembiring Meliala.