Dalam mimpi tersebut Malik seakan bertemu anaknya yang meninggal dalam usia 3 tahun.
Anaknya kemudian berkata kepadanya, “Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk menundukan hati mereka mengingat Allah” (Al-Hadid [57]: 16).
Malik bertanya pada anaknya, “Ceritakanlah padaku tentang ular besar itu!” Kemudian Fatimah bercerita bahwa ular itu adalah amal buruknya. Sedang orang tua itu adalah amal baiknya.
Namun ia tidak mampu menolongnya karena dilemahkan sendiri oleh Malik. Kemudian Fatimah berkata, “Seandainya engkau tidak melahirkan aku dan meninggal sewaktu masih kecil dahulu niscaya tidak ada yang menjadi penolong buatmu.”
Setelah itu, Malik bin Dinar terbangun dari tidurnya. Sejak itu ia bertobat.
Hampir setiap waktunya dihabiskan di masjid untuk belajar Islam kepada para ulama dan beribadah kepada Allah Taala. Kelak, ia menjadi seorang ulama besar yang saleh. (***)