Tipe pemerintahan pertama adalah pemerintahan yang mengatur kehidupan internal atau batin dan eksternal yang berhubungan dengan fisik atau lahir, golongan elit yang disebut Al-Ghzali sebagai al-khassah dan rakyat biasa yang disebut sebagai al-ammah.
Tipe pemerintahan yang kedua mengatur kehidupan eksternal kedua golongan. Tipe pemerintahan yang ketiga mengatur kehidupan internal golongan elit dan tipe yang keempat mengatur kehidupan internal rakyat.
Empat jenis pemerintahan tersebut, menurut Al-Ghazali, saling melengkapi dan ada bersama. Empat tipe pemerintaha menurut Al-Ghazali tidka hadir sebagai alternative atau saling bertentangan satu sama lain.
Jenis yang paling mulia adalah tipe pemerintahan yang pertama yakni tipe pemerintahan profetik. Pemerintahan tipe ini diikuti oleh siyasah yang berhubungan dengan pengetahuan dan jiwa manusia yakni ta’lim otoratif.
Sementara itu, tipe pemerintahan yang kedua, ketiga, dan keempat sama-sama melibatkan proses ta’lim yang meliputi seruan kepada kebaikan dan larangan dari keburukan. Seruan yang dimaksud bisa dilakukan dengan ajakan atau paksaan. Bagi Al-Ghazali, otoritas tersebut sangat penting untuk berlangsungnya keteraturan politik.
Dalam pembahasan tentang empat tipe pemerintahan menurut Al-Ghazali ini, agama dan otoritas politik adalah dua hal yang saling melekat satu sama lain. Kesepakatan yang dicapai perlu melalui pemahaman yang sama, meskipun berangkat dari tingkat pemahaman yang berbeda-beda terhadap tujuan dan tugas keagamaan.