Karomah Ustadz (2)

August 19, 2020 - 15:24
Foto : Ilustrasi/int
2 dari 3 halaman

Cerita di warung selamanya tetap hangat dan menarik. Headline News-nya sekitar sumpah seorang politisi yang baru diturunkan dari jabatan sebagai Ketua Umum partainya, dan disangkakan pula terlibat korupsi.

“Gantung saya di Monas, kalau ada serupiah pun saya menerima suap proyek itu!” Yang berbicara menggeleng-gelengkan kepala meragukan sumpah sang politisi ini. Yang lain mengatakan pula, “Seribuuuu persen saya bersumpah tidak ada menerima sepeserpun uang! Aih, macam tak betul aja cakap dia ni!”

“Gimana bapak-bapak, kalau gubernur kita bersumpah macam itu, apa la yang bakal dikatakannya?”

Semua terdiam menunggu.

“Kita rehat sejenak!” Seorang yang wajahnya mirip Karni Ilyas memperagakan gaya Karni dalam acara Indonesia Lawyers Club yang ada di televisi.

“Kalau gubernur kita cukuplah mengatakan sumpah begini, gantung saya di Titi Gantung kalau saya korupsi!”

“Haa-haaa,...” Yang berbicara terbahak bahak. “Kok pak wali kito Ulong, apo la sumpahnyo yang cocok kalau ia bersumpah misalnya kalau dirinya terjepit kasus jugo?”

Sang Bapak yang ditanya belum habis tawanya. “Udahla golak tu, copat la pertanyaan yang terakhir tu dijawab!” Seru yang lain.

Semua menunggu dan masing-masing menyeruput kopi yang masih tersisa. Aku terdiam menunggu. Kupejam mataku seolah menunggu kedatangan sesuatu yang ganjil. Sempat aku teringat apakah aku dulu mencoblos nama pak walikota yang ustadz ini dulunya saat Pilkada.

Bonamkan aku di sungai Silau atau di sungai Asahan tu kalau aku makan sepeser uang rakyat!”