Puluhan Mahasiswa Labura Geruduk Kejatisu, Desak Pengusutan Dugaan Mark-Up Anggaran Listrik PJU DISHUB LABURA
MEDAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa asal Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jumat (6/3). Massa menuntut pihak kejaksaan segera mengusut tuntas dugaan praktik korupsi bermodus mark-up pada belanja anggaran listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) di Dinas Perhubungan Labura.
Dalam orasinya, koordinator aksi menyatakan bahwa terdapat kejanggalan signifikan antara realisasi anggaran yang dikeluarkan dengan kondisi fisik dan tagihan listrik PJU di lapangan.
Kami melihat ada kejanggalan dalam angka yang disajikan. Jika dikalkulasikan dengan jumlah titik PJU yang ada di Labura, angka tersebut dirasa terlalu fantastis.
Poin Utama Tuntutan Mahasiswa:
Dugaan Penggelembungan Dana: Mahasiswa mensinyalir adanya selisih anggaran yang cukup besar dalam laporan pertanggungjawaban belanja listrik PJU tahun anggaran 2025 terakhir.
Transparansi Publik: Mendesak Dinas Perhubungan Labura untuk membuka data penggunaan anggaran secara transparan kepada masyarakat.
Panggil Kepala Dinas: Meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Perhubungan Labura serta pejabat pembuat komitmen (PPK) terkait.