Selain itu, kelas menengah Indonesia mengalami penyusutan, dari 21,5% populasi pada 2019 menjadi 17,1% pada 2024, yang mengindikasikan penurunan signifikan dalam kelompok penduduk dengan daya beli menengah.
Pemerintah telah mengimplementasikan berbagai program untuk mendorong konsumsi, seperti diskon tarif tol dan tiket pesawat selama periode Lebaran. Namun, efektivitas langkah-langkah ini masih perlu dievaluasi mengingat kondisi daya beli yang lemah.
Para ekonom menekankan pentingnya reformasi struktural dan penciptaan lapangan kerja di sektor formal untuk meningkatkan pendapatan dan konsumsi masyarakat. Tanpa upaya tersebut, target pertumbuhan ekonomi dan status sebagai negara maju pada 2045 mungkin sulit tercapai.