Kinerja Ekspor Bulanan Karet Sumut pada Januari 2025 Tumbuh 10,41%

February 12, 2025 - 18:39
2 dari 3 halaman

Edy menyebut musim hujan membuat petani tak melakukan penyadapan sehingga berdampak pada sisi stok, meski sejauh ini pasokan karet dari perkebunan rakyat mulai menunjukkan sedikit perbaikan. 

Sebagaimana diketahui, harga karet mulai membaik beberapa waktu belakangan. Hal itu mendorong petani kembali aktif menderes pohon karet mereka yang sempat diabaikan karena rendahnya harga.

Hal itu mendorong petani kembali aktif menderes pohon karet mereka yang sempat diabaikan karena rendahnya harga. Namun, curah hujan yang masih tinggi tetap menjadi tantangan utama bagi peningkatan pasokan bahan baku.

"Kondisi cuaca ini dapat memperlambat produksi dan distribusi karet dari kebun ke pabrik pengolahan," jelasnya. 

Adapun ekspor karet alam dari Sumut untuk pengapalan Januari 2025 menyasar 25 negara tujuan dengan Jepang sebagai tujuan utama. Dari catatan Gapkindo Sumut, ekspor karet alam ke Jepang sebanyak 36,18% dari total ekspor; diikuti oleh Amerika Serikat (19,33%); Brasil (9,96%); China (6,30%); dan Kanada (5,88%).

Di lain sisi, ekspor ke negara-negara Eropa juga menunjukkan peningkatan. Total ekspor ke 10 negara Eropa pada Januari 2025 mencapai 6,74% dari total ekspor, meningkat dari Desember 2024 yang sebesar 6,31%. 

Negara-negara Eropa tujuan ekspor karet alam Sumut mencakup Spanyol (0,88%); Belgia (0,81%); Luksemburg (0,26%); Italia (0,26%); Prancis (0,21%); Slovenia (0,16%); Serbia (0,16%); Belanda (0,08%); Rumania (0,08%); Polandia (0,08%); Bulgaria (0,08%); dan Finlandia (0,08%).