“Umumnya orang akan menampilkan sisi baik saja dari kehidupannya. Kondisi inilah yang menimbulkan kecenderungan orang untuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Ketika seseorang merasa bahwa apa yang ditampilkan orang lain terlihat lebih cantik, lebih bahagia dan lebih kaya maka kemungkinan dapat mempengaruhi harga dirinya,” tukas Irna.
Lanjutnya, Irna menyampaikan bahwa mereka yang sedang dalam suasana hati murung atau depresi, maka ketika mereka melihat media sosial, cenderung akan memperparah depresinya. Itu sebabnya, FOMO dapat mengganggu masalah kesehatan mental seseorang.
“Aspek kesehatan fisik maupun mental yang terpengaruh seperti kurang tidur, menurunkan kompetensi diri karena mereka sibuk melihat orang lain dan kurang membangun kemampuannya sendiri, ketegangan emosi, kecemasan dan kurang mampu mengendalikan emosinya,” tuturnya.
Dikatakannya semua itu berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis (psychological well-being) seseorang yang dapat menimbulkan gejala depresi yang mengarah pada keinginan bunuh diri.
“Pada mereka yang memiliki kecenderungan depresi, membandingkan diri sendiri dengan orang lain, akan memperparah kondisinya. Mereka yang FOMO cenderung lebih merasa kesepian serta kurang terhubung dengan lingkungannya karena mereka lebih asyik dengan gadget-nya,” ujarnya.