Empat Nilai Shalat Secara Sendirian

September 23, 2020 - 17:41
Foto : Ilustrasi/int
3 dari 3 halaman

Allażīna āmanụ wa taṭma`innu qulụbuhum biżikrillāh, alā biżikrillāhi taṭma`innul-qulụb

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Ajaran agama Islam terutama dalam sumber ajarannya yakni Al-Qur’an dan Sunnah Nabi, memberikan perhatian yang istimewa pada perkara shalat. Shalat  tidak hanya dipandang sebagai ibadah mahdhah atau khusus, yakni pertama yang diwajibkan atas umat Islam.

Lebih dari itu, shalat adalah pilar utama agama, kunci pembuka bagi pintu surga, amal yang paling baik, dan amal perbuatan orang mukmin pertama yang dihisab oleh Allah Swt. pada Hari Kiamat kelak.

Shalat, baik secara jama’ah maupun munfaridh adalah ibadah yang utama. Untuk itu, tetap ada nilai shalat secara munfaridh, juga ada nilai shalat secara berjama’ah. Nilai-nilai tersebut akan berbeda satu sama lain tergantung situasi, kondisi dan kualitas taqwa seorang hamba kepada Allah Swt.(sumber:BincangSyariah.com)