Dosen Antropologi Ungkap Kekuatan Partikel Tersembunyi yang Membentuk Dinamika Politik Lokal Indonesia
"Masing-masing era menunjukkan bagaimana partikel-partikel tadi mengambil bentuk dan kekuatan yang berbeda, saling berkelindan, dan kadang menciptakan kontradiksi dalam kehidupan demokrasi kita," ujarnya.
Diskusi semakin kaya dengan tanggapan dari Rosramadhana yang menghubungkan konsep ini dengan pemikiran antropolog klasik seperti Levi Strauss dan Radcliffe-Brown.
Rosramadhana menekankan bahwa pola rekonfigurasi sangat dipengaruhi oleh nilai, simbol, dan mitos yang hidup dalam masyarakat.
"Pertanyaannya, apakah perubahan ini ajeg dan berpola? Partikel mana yang lebih stabil dan mana yang lebih rentan berubah? Ini adalah pintu masuk kajian antropologi yang sangat menarik," jelasnya.
Sementara itu Daud menghubungkan rekonfigurasi ini dengan dominasi wacana melalui media. Menurutnya, perpindahan elemen-elemen dalam konteks rekonfigurasi politik tidak lepas dari peran media sebagai “pembawa” wacana.
“Di era saat ini, pola rekonfigurasi tidak lepas dari dominasi melalui media. Kita lihat ini dalam dinamika politik satu dekade terakhir.
Bagaimana media, baik media massa dan media sosial memainkan peran yang sangat dominan”, ungkapnya.
Forum yang berlangsung interaktif ini akhirnya menyepakati sebuah simpulan yang komprehensif.