Rasulullah pun diam. Kemudian lewat lagi seorang laik-laki. Beliau kembali bertanya, “Apa pendapatmu tentang orang ini?”
Sahabat itu berkata, “Wahai Rasulullah, orang ini adalah salah seorang Muslim yang fakir. Dia ini layak untuk ditolak jika melamar. Jika meminta pertolongan, tidak perlu diberi, dan jika berbicara, layak untuk tidak didengarkan.”
Maka Rasulullah SAW bersabda, "Orang ini jauh lebih baik daripada yang tadi (orang yang pertama kali lewat)."
Gambaran di atas sangat jelas bahwa nilai seseorang bukan dari kebesaran lahiriahnya. Bukan dari kekayaannya. Bukan dari kemuliaan nasabnya atau kemasyhuran dan ketinggian jabatannya.
Nilai mereka di sisi Allah adalah iman yang ada dalam hatinya, amal yang dibuahkan oleh iman tersebut, dan keikhlasan mereka dalam beramal.