"Tetapi nanti ada juga produk-produk UMKM yang memiliki nilai, secara parsial (khusus). Kemudian nanti pasti banyak orang yang mengurangi pengeluarannya, seperti masyarakat yang biasanya berkunjung ke Cafe sebanyak 4 kali dalam sebulan, mungkin nantinya di tahun 2025 ini akan berkurang menjadi 2 kali sebulan," jelasnya mencontohkan.
Hal ini juga termasuk dalam pembelian lainnya seperti cemilan dan produk-produk UMKM. Dalam hal ini, Binsar berharap adanya stimulus berupa kebijakan dalam menggerakkan roda penjualan daya beli dari produk UMKM.
"Saya berharap pemerintah pusat ataupun daerah untuk benar-benar melakukan pembelian dalam pengadaan-pengadaan dengan produk lokal, sepanjang bisa diproduksi oleh UMKM, kami berharap itulah yang dibeli. Apalagi untuk kebutuhan Sumut seharusnya kita ambil juga di Sumut sehingga mampu bertahan," paparnya berharap.