Dirinya juga menilai, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari perjalanan kisah Lafran Pane.
"Insya Allah itu bisa menjadi sesuatu pelajaran buat kita, bagi generasi muda bagi mahasiswa dan tentunya bagi Indonesia, " ungkapnya.
Film Lafran sendiri menceritakan perjuangan Lafran Pane dalam mendirikan HMI di tengah perdebatan sengit tentang keumatan dan kebangsaan pasca kemerdekaan Indonesia.
Bagi Lafran, mahasiswa adalah kelompok non-partisan dan independen yang dapat menjadi kekuatan dalam memperjuangkan semangat keindonesiaan.
Ia meyakini bahwa organisasi mahasiswa (Islam) dapat menjadi wadah perjuangan untuk menegakkan bangsa dan umat.
Lafran Pane, adik dari sastrawan pejuang Sanusi dan Armijn Pane, menemukan inspirasi perjuangannya dari mereka.