Kisah Para Sahabat yang Hijrah ke Abisinia

November 23, 2020 - 16:26
Foto : Ilustrasi/int
3 dari 3 halaman

Ia melarang kami melakukan segala perbuatan jahat, menggunakan kata-kata dusta dan keji, memakan harta anak yatim, dan mencemarkan nama baik perempuan yang tak bersalah.

Ia meminta kami menyembah Allah Swt. dan tidak mempersekutukan-Nya. Jadi, yang kami sembah hanya Allah Swt. Yang Tunggal, tidak mempersekutukan-Nya dengan apa dan siapa pun.

Segala yang diharamkan kami jauhi dan yang dihalalkan kami lakukan. Karena itulah kami dimusuhi, dipaksa meninggalkan agama kami. Karena mereka memaksa kami, menganiaya dan menekan kami, kami pun keluar menuju negeri Paduka ini.

Padukalah yang menjadi pilihan kami. Senang sekali kami berada di dekat Paduka, dengan harapan di sini tidak ada penganiayaan”.

Mendengar pernyataan yang fasih dan santun, akhirnya Raja Najasyi memberikan perlindungan kepada kaum Muslimin yang hijrah ke Abisinia. Para sahabat pun hidup untuk beberapa lama di negeri yang jauh dari tanah kelahirannya. (sumber:BincangSyariah.com)