MEDAN (alfatih-media.com)-Prof Dr dr Ridha Dharmajaya, SpBS (K), menjadi profesor termuda di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini. Dia dikukuhkan sebagai guru besar oleh Rektor USU, Prof Runtung Sitepu di universitas tersebut, di Gelanggang Mahasiswa USU, Selasa (22/10/2019).
Anak pertama dari pasangan Drs Razali Rohimun dan Prof Dr dr Ratna Akbari Ganie, SpPK (K-H) itu menyampaikan pidato pengukuhan guru besar bertema tentang "Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER), Mitogen-Actived Protein Kinase (MAPK) dan Heregulin sebagai faktor Prognosis Rekurensi meningginya Intrakranial. Dalam pidatonya, Prof Ridha Dharmajaya mengungkapkan, meningioma merupakan tumor otak primer yang paling banyak ditemukan pada dewasa, terhitung sekitar 30% dari semua tumor otak primer.
"Meningioma berasal dari meningen, yang terdiri atas duramater, piamater dan arachnoid. Terletak diantara tulang tengkorak atau kranium dengan jaringan otak. Meningioma tumbuh keluar dari lapisan meningen arachnoid, sehingga sel ini disebut arachnoid cap sel,"ungkap Prof Ridha yang lahir di Medan, 14 Mei 1973 ini.
Kemudian, Prof Ridha Dharmajaya memaparkan mengenai tentang HER 2 (Human Epithelial Growth factor reeceptor 2) atau ERBB 2 (erythroblastic oncogen B 2) atau erb-b2 receptor tyrosine kinase 2 yakni, proto-onkogen yang dipetakan pada gen lengan panjang kromosom 17 pada 17q11.2-q12 yang mengkodekan glikoprotein transmembran 185 kd. Protein ini termasuk dalam keluarga tyrosine kinase growth factor receptors yang juga termasuk didalamnya HER 1, HER 2, HER 3 dan HER 4.