Yaman Dilanda Banjir, Setidaknya 17 Tewas

Alfatih-media.com-Otoritas kesehatan di Yaman menyebutkan, sedikitnya 17 orang, termasuk delapan anak-anak, tewas dalam banjir bandang dan petir di wilayah Marib utara Yaman.

Badai yang dahsyat telah menambah kesengsaraan negara yang dilanda perang, yang oleh PBB digambarkan sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Konflik yang berlangsung selama lima tahun telah menyebabkan banyak negara miskin hancur berantakan.

“Enam belas orang tenggelam dan satu orang lagi tewas setelah tersambar petir,” kata otoritas kesehatan setempat dalam sebuah pernyataan Selasa (4/8). Badai baru-baru ini telah melanda provinsi lain, termasuk ibu kota Sanaa, Amran, Hodeidah, Taiz, Saada, dan Hadramout. Puluhan rumah dan ratusan tenda bagi para pengungsi telah hancur, menurut pihak berwenang.

Sementara itu, kantor berita resmi Saba melaporkan bahwa air banjir yang menggenangi waduk Marib, yang dibangun pada 1986, telah menimbulkan kekhawatiran bahwa bendungan itu akan runtuh. Dikatakan pemerintah telah menyerukan solusi cepat untuk menghadapi potensi bahaya atas banjir berkelanjutan bendungan Marib.

Sanaa memiliki curah hujan Agustus rata-rata sekitar 77 mm (tiga inci). Peramalan cuaca mengatakan bahwa beberapa daerah bisa melihat 40-60 mm (1,6-2,4 inci) lagi pada akhir minggu, yang kemungkinan akan membuat banjir lebih buruk di beberapa tempat.

Ini adalah waktu terbasah tahun ini untuk Yaman barat, dan lebih banyak hujan deras diperkirakan selama beberapa hari ke depan. Mereka kemudian akan menjadi sedikit lebih ringan dan lebih jarang pada akhir pekan. (Sumber:berbagai sumber)

Latest Articles

Comments