Wujudkan Universitas Kelas Dunia, UINSU Akan Terapkan Pendidikan Mahad

MEDAN (alfatih-media.com)- Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) terus memperbaiki pola pendidikannya untuk mewujudkan UINSU sebagai universitas kelas dunia. Salah satu program besar yang sedang disiapkan untuk menuju universitas kelas dunia adalah pola pendidikan Ma’had yang akan diterapkan pada tahun ajaran baru.

“Pola ini adalah pilihan yang paling mungkin dan sekaligus prospektif, jika kita berkomitmen untuk meningkatkan mutu lulusan UINSU Medan sehingga dapat berkiprah dan bersaing di pentas global. Dengan fokus pada peningkatan kemampuan bahasa asing, Arab dan Inggris, Tahfiz dan tahsin Al-Qur’an serta pembangunan karakter mahasiswa, kita optimis kualitas dan kompetensi lulusan UINSU akan mengalami peningkatan signifikan,”ungkap Rektor UINSU, Prof Saidurrahman M.Ag pada pidato wisuda yang dilakukan secara virtual melalui sidang senat di Gedung Aula Kampus II UINSU, di jalan Williem Iskadar, Medan, Senin (29/6/2020).

UINSU untuk pertama kalinya di masa pademi Covid-19 menggelar wisuda  kepada 649 mahasiswanya secara virtual yang turut dihadiri Presiden Alumni UINSU, TGB Dr Syekh Ahmad Sabban Rajagukguk dan jajaran civitas akademi UINSU.

Saidurrahman memastikan, program Ma’had tidak dimaksudkan untuk memberatkan mahasiswa baru. Berbagai persoalan yang dihadapi calon mahasiswa telah diatasi dengan memberikan banyak kemudahan.

“Kita senantiasa berusaha agar mahasiswa baru UINSU dapat mengikuti program ini. Untuk yang pertama memang terasa berat. Ada kontroversi di sana sini. Namun saya yakin, pada masanya, program ini akan diterima bahkan dinantikan umat karena dampaknya yang signifikan pada peningkatan kualitas,”jelasnya.

Selain akan menerapkan pola pendidikan Ma’had kata Saidurrahman, pihaknya juga sudah menyelesaikan proses alih statut tanah 100 hektar di Kuala Namu. Nantinya, di tanah Kuala Namu UINSU akan membangun fakultas kedokteran, fakultas Ilmu Kesehatan dan membangun pusat pengembangan ekonomi digital dan kewirausahaan.

“UINSU Medan saat ini bukan universitas kecil. Dengan 25.000 mahasiswa dan hampir 700 dosen dan pegawai, UINSU memiliki modal yang cukup untuk terus berkembang. Di sana juga kita akan membangun Rumah Sakit Internasional. Cita-cita besar ini membutuhkan kerja keras, kesungguhan dan tentu saja kesabaran dan ketabahan. Dua hal di atas, sebenarnya mengandung arti, UINSU Medan akan berkontribusi lebih besar pada bidang kesehatan dan ekonomi, di samping kontribusinya yang telah teruji dalam bidang keagamaan,”tuturnya.

Kemudian lanjutnya, pihaknya akan melakukan pengembangan bisnis. Kedepan, UINSU akan mengembangkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan sekaligus pusat bisnis yang diharapkan dapat menopang perkembangan UINSU secara khusus dan pemberdayaan ekonomi umat pada umumnya.

“Bukan dengan status pinjam atau hak guna semata. Alhamdulillah, tinggal selangkah lagi, kerja sama yang baik dengan Pemko Medan, Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara dan Kementerian Agama, semuanya Insya Allah akan terwujud. Tiga gagasan besar tersebut, sebenarnya sedang berproses dan kita sudah berada di jalur yang benar,”ucapnya.

Sarjana Harus Melek Digital

Pada kesempatan itu, Rektor UINSU, Prof Saidurrahman meminta kepada seluruh civitas akademi untuk untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasinya. Bukan saja pendidikan dan pengajaran tetapi juga menyangkut penelitian dan pengabdian masyarakat. Disamping kuliah daring, KKN kita juga peraktik belajar lapangan (PBL) juga dilakukan dengan daring.

“Sejak pertengah Maret sampai saat ini, kita telah menghentikan perkuliahan tatap muka. Artinya, selama pandemi, perkuliahan tetap berjalan. Hanya saja perkuliahan berpindah dari tatap muka, off line menjadi kuliah daring atau on line. UINSU Medan secara keseluruhan terkhusus dosen-dosennya dituntut untuk melek digital atau literasi digital agar proses perkuliahan bisa berjalan,”katanya.

Menurutnya, dalam kuliah daring semua mendapatkan banyak pelajaran berharga. Salah satu yang terpenting adalah, literasi digital atau melek digital menjadi sebuah keniscayaan. Perkembangan ke depan, disemua ranah kehidupan baik itu sosial, ekonomi, politik, literasi digital menjadi satu keniscayaan.

“Artinya, jika ingin eksis di masa depan, kemampuan digital atau melek digital menjadi satu syarat. Jika tidak, kita tidak saja tertinggal tetapi tidak akan bisa berperan dan berkontribusi sama sekali. Para wisudawan harus memahami bahasa coding yang memang berlaku di dunia digital itu. Untuk menguasainya diperlukan usaha mandiri untuk belajar, mengikuti pelatihan ataupun sejenis workshop. Mengapa literasi digital ini penting ? Jawabnya sederhana, karena digital itu hakikatnya adalah media, maka ilmu yang anda pelajari selama S1, S2 bahkan S3, akan bisa didayagunakan sedemikian rupa, jika menguasai media digital,”jelasnya.

Sisi lain dari pandemi Covid 19 ini tambahnya, sarjana UINSU diminta perannya sesuai dengan bidang ilmu dan keahliannya masing-masing. Bagi fakultas agama, apakah Ushuluddin, Dakwah, Tarbiyah, Syari’ah bahkan FIS dituntut untuk aktif membangun kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak.

“Lulusan dari fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam diharapkan peran sertanya untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk bisa bertahan ditengah pandemi. Model bisnis yang seperti apa yang memiliki daya tahan dan relevansi di era ini. Demikian juga dengan pengelolaan keuangan keluarga di tengah pandemi. Sedangkan bagi lulusan FST dan FKM, tentu dapat berperan lebih nyata dalam pencegahan penyebaran Covid 19, apakah dengan menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat dan bersih ataupun bekerja nyata untuk memelihara lingkungan,”ucapnya. (ef/foto:ist)

Latest Articles

Comments