USU Bersiap Menuju PT Berstandar Internasional

MEDAN (alfatih-media.com)-Meraih peningkatan reputasi di level nasional tidak membuat Universitas Sumatera Utara (USU) langsung berpuas diri. Karena, saat ini USU sedang bersiap menyongsong perguruan tinggi berstandar internasional. 

"Kita berharap Universitas Sumatera Utara mampu dijadikan sebagai salah satu perguruan tinggi pilihan bagi masyarakat dunia, untuk melanjutkan jenjang pendidikannya,"kata Rektor USU Prof Runtung Sitepu dalam pidato acara wisuda periode IV  tahun akademik 2018/2019 di auditorium USU, Jum'at (6/9/2019). Wisuda periode IV ini dilaksanakan selama dua hari, Jum'at (6/9) dan Sabtu (7/9).

Demi mencapai tujuan tersebut Rektor USU, Prof Runtung Sitepu meminta kepada semua jajaran di USU untuk  bersama-sama menyatukan visi dan memberikan ide untuk kemajuan USU. 

"Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kelembagaannya di tengah masyarakat, USU terus berbenah diri dan bekerja keras dalam berbagai bidang untuk mengejar ketertinggalan beberapa tahun ke belakang dari PTN-BH lainnya. Kerja keras itu tentu melibatkan seluruh unsur pimpinan dan civitas akademika USU. Kalau semua jajaran bersatu, maka kita yakin USU Universita dapat berdiri sejajar dengan universitas terkemuka di Indonesia lainnya,"ucapnya. 

Dereten Prestasi USU

Rektor USU, Prof Runtung Sitepu membeberkan sejumlah prestasi USU selama menjabat. Diantaranya, pertama USU berhasil masuk dalam klaster I Daftar Pemeringkatan Perguruan Tinggi di Indonesia dan duduk di peringkat ke 13 pada 16 Agustus 2019 lalu. 

"Apa yang diraih oleh USU tersebut merupakan sebuah lompatan jauh bila dilihat kembali ke belakang, di mana pada tahun 2015 kita hanya ada di peringkat 38. Lalu pada 2016 kita duduk di peringkat 29, dan terus melompat ke peringkat 19 pada tahun 2017. Dengan demikian, USU telah naik sebanyak 25 peringkat dalam 4 tahun. Kita berharap, tahun depan, dengan kerja keras bersama, kita akan mampu masuk dalam peringkat 10 besar,"bebernya. 

Kedua, sebutnya, peningkatan dalam hal peringkat dan jumlah publikasi ilmiah USU pada database Scopus Indonesia, yang dihasilkan oleh para dosen USU. Saat ini, USU sudah berada pada peringkat 8 untuk perolehan jumlah publikasi ilmiah terindeks scopus pada jajaran perguruan tinggi di Indonesia, di luar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Data terakhir hingga akhir Agustus 2019, jumlah publikasi yang dihasilkan USU sudah mencapai  3.576 artikel secara kumulatif. Sementara, jumlah  publikasi terindeks scopus yang dihasilkan untuk tahun 2019 ini, terhitung hingga Agustus 2019 sudah mencapai 693 artikel. 

"Kami berharap agar para dosen dan peneliti kita terus giat menghasilkan publikasi yang akan menaikkan peringkat USU, sehingga kita bisa kembali mengulang pencapaian USU pada awal tahun 2018 lalu. Dimana USU sempat memuncaki peringkat Scopus 2018 selama beberapa bulan,"sebutnya.

Kemudian, yang ketiga lanjut Prof Runtung, dalam database Sinta Indonesia, USU juga naik ke peringkat 4 dalam jajaran 100 Top Affiliation untuk penilaian 3 tahun terakhir, yakni tahun 2017-2019. Sementara pada periode 3 tahun sebelumnya, yakni pada tahun 2016-2018, USU berada pada peringkat 5 dalam jajaran 100 Top Affiliation SINTA.  

"SINTA (Science and Technology Index) merupakan portal yang berisi tentang pengukuran kinerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang meliputi antara lain kinerja peneliti, penulis, author, kinerja jurnal dan kinerja institusi Iptek,"katanya.

Yang ke empat tuturnya, berdasarkan hasil publikasi yang dicapai USU tersebut, pada bulan April 2019 yang lalu, Scimago sebagai salah satu institusi pemeringkatan dunia menempatkan USU pada peringkat 1 perguruan tinggi di Indonesia. Naik dua peringkat dari tahun 2018, di mana USU hanya berada pada peringkat ke 3. 

"Berarti USU mengalami peningkatan sebanyak dua peringkat. Sementara pada peringkat dunia, USU berhasil menduduki peringkat 536  dari sebelumnya di peringkat 674,"ujarnya.

Kelima, dalam pemeringkatan yang dilakukan oleh Webometrics Indonesia pada Januari 2018, USU berada pada peringkat 33, lalu pada bulan Juli 2018 naik ke peringkat 20. Kemudian pada Januari 2019, Universitas Sumatera Utara naik ke peringkat 18 dan Alhamdulillah pada Juli 2019 lalu, Universitas Sumatera Utara telah berada di peringkat 10 daftar pemeringkatan perguruan tinggi versi Webometrics Indonesia.

Untuk Paten yang telah diperoleh USU, dari tahun ke tahun terus meningkat. Ini merupakan prestasi yang ke enam yang diraih USU. Dimulai pada tahun 2012, dimana USU hanya memperoleh 1 Paten dan di tahun 2014 memperoleh 3 Paten luar negeri. Kemudian, di tahun 2016 USU memperoleh 3 Paten, serta pada 2017 memperoleh 4 Paten lagi. Lonjakan perolehan Paten terjadi di 2018 dengan memperoleh 24 Paten. Di tahun 2019, sampai awal September ini USU telah memperoleh 7 Paten. 

"Ini artinya, hingga saat ini secara keseluruhan USU telah memperoleh 39 Paten granted atau Paten yang bersertifikat nasional dan 3 Paten luar negeri. Dalam kurun waktu 4 tahun belakangan ini, yaitu dari tahun 2016 sampai 2019, USU telah berhasil mendaftarkan 178 draft paten ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia (DJKI Kemenkumham RI). Dengan demikian, dari tahun 2016 hingga Agustus 2019, total draft paten yang telah didaftarkan USU sebanyak 178 dokumen,"ucapnya.

Saat ini sambungnya, ada sebanyak 30 draft paten yang sedang dalam tahap pemeriksaan di Unit Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual LP USU. Ditargetkan ketiga puluh draft tersebut sudah didaftarkan di awal Oktober ini ke DJKI sehingga diharapkan hingga akhir tahun 2019, USU melalui kinerja Unit Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual LP USU akan mendaftarkan minimal sebanyak 120 draft paten dan menargetkan perolehan sebanyak 40 paten granted pada tahun 2019 ini.

Sementara itu, jumlah hak cipta USU (HKI) yang sudah bersertifikat dalam 2 tahun ini (2018-2019) sebanyak 276 hak cipta, yang terdiri dari 92 hak cipta buku dan sinematografi diperoleh pada tahun 2018 dan sisanya sebanyak 184 hak cipta buku dan sinematografi diperoleh pada tahun 2019.

Untuk jumlah produk inovasi lanjutnya, yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat melalui perusahaan start up dan telah diproduksi massal dari tahun 2017 hingga 2018 terdapat 8 produk yakni, Mandike Aplikanusa, Databit Indonesia, Rizoculant, Gottha R-1, Noire Pomade, Minokit, Buset.com dan Monitra. Delapan produk tersebut sudah digunakan masyarakat melalui kegiatan pengabdian masyarakat dan pameran inovasi. 

"Di luar itu masih banyak produk inovasi lainnya. Harapan kita, semoga akan semakin banyak produk dan perusahaan start up yang didirikan oleh para peneliti dan civitas akademika USU,"ujarnya.

2.389 Mahasiswa Yang Di Wisuda, 2 Diantaranya Yang Tewas Di Tapak Tuan

Sementara itu, pada wisuda periode IV tahun akademik 2018/2019 ini, ada 2.389 mahasiswa yang di wisuda. Jumlah itu terdiri dari, program doktor sebanyak 19 oang, program magister 274 orang, program magister dan pendidikan dokter spesialis 24 orang, program pendidikan dokter spesialis 36 orang, program dokter jenjang magister 58 orang, pendidikan profesi 233 orang, program sarjana 1.333 orang dan program diploma 412 orang.

Lulusan USU periode ini terdiri dari 942 orang (39.43 %) Pria dan 1.447  orang (60.57 %) Wanita. Hingga saat ini jumlah lulusan USU adalah sebanyak 212.523 orang. Dari 2.389 mahasiswa yang di wisuda, dua sarjana diantaranya adalah mahasiswa USU yang wafat menjadi korban meninggal di Tapak Tuan, Aceh, belum lama ini. Keduanya diwakili oleh abang kandungnya untuk memeroleh ijazah yang lulus dengan status cumlaude diberikan Rektor.

Rektor memberikan ijazah kepada dua orang abang kandung dari almarhum Antoni Marbun dan Bonano Napitupulu,  mahasiswa Fakultas Kehutanan USU diakhir hayatnya bekerja untuk Surveyor Indonesia. Orangtua keduanya juga hadir dan tak kuasa menerima ijazah tersebut karena masih sangat berduka. Sepanjang prosesi, tiada henti mereka menyeka airmata yang mengalir di pipi.

“Rasa haru yang hadir pada kesempatan wisuda ini, keluarga besar USU juga baru saja diselimuti oleh rasa duka mendalam atas meninggalnya dua orang mahasiswa Fakultas Kehutanan USU, yakni ananda Antoni Marbun dan Bonano Napitupulu. Atas nama pimpinan dan segenap keluarga besar USU, saya mengucapkan turut berdukacita kepada orangtua dan keluarga kedua mahasiswa yang hadir dalam kesempatan ini. Semoga keduanya mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran dan kekuatan,

Jumlah Prodi Terakreditasi A Meningkat

Prof Runtung menambahkan, dengan bertambahnya lulusan USU dan sejumlah peningkatan yang diraih, program studi di USU juga meningkat yang terakreditasi A. Dari 156 program studi yang ada di USU yang telah mendapatkan akreditasi A hingga bulan Agustus tahun 2019 berjumlah 68 program studi. Sementara yang mendapatkan akreditasi B sebanyak 82 program studi. Jumlah ini mengalami peningkatan dari sebelumnya di 2018 yang berakreditasi A sejumlah 63 program studi, di tahun 2017 sebanyak 46 program studi dan 23 program studi di tahun 2016. Maka jika dihitung dari tahun 2016, kenaikan jumlah program studi yang terakreditasi A di Universitas Sumatera Utara sebanyak 45 program studi.  

Pada tahun 2019 tambahnya, USU mendapatkan tambahan akreditasi A  untuk 7 program studi, yakni, program Studi D3 Keuangan (12 Maret 2019), program Studi S1 Teknologi Informasi (9 April 2019), Program Studi S1 Ilmu Komputer (21 Mei 2019), Program Studi S2 Ilmu Peternakan (9 April 2019), Program Studi S2 Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (30 April 2019), Program Studi D3 Analis Farmasi dan Makanan (28 Juli 2019), Program Studi S2 Manajemen Properti dan Penilaian (25 Juni 2019). Selain itu, yang tak kalah pentingnya, di USU terdapat 12 satuan kerja yang telah memperoleh ISO 9001:2015. 

"Prestasi yang diraih mahasiswa juga. Perolehan medali emas yang ditorehkan oleh mahasiswa/i USU pada tahun 2018, di tingkat nasional berhasil diraih 60 medali emas dan di tingkat internasional meraih 21 medali emas. Sementara untuk tahun 2019, hingga bulan Agustus 2019 ini telah diraih 42 medali emas dari kompetisi di tingkat nasional dan 15 gold medal di tingkat internasional,"pungkasnya. (ef/foto: ist)

Latest Articles

Comments