Tips Membentuk Kesalehan Diri dalam Surah Al-Ashr

Alfatih-media.com-Kata saleh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai bentuk dari ketaatan dan kesungguhaan dalam menjalankan ibadah atau diartikan dengan keimanan dan kesucian. Sehingga seseorang yang taat dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT disebut pribadi yang saleh karena sudah berhasil menanamkan kesucian serta keimanan dalam dirinya.

Maka dari itu, tidak ayal jika kesalehan diri sangat didamba-dambakan oleh setiap orang, dengan menyelipkan dalam setiap doa permohonan kesalehan. Baik bagi dirinya, keturunannya, keluarganya ataupun pasangannya. Karena diyakinkan kesalehan dapat menjadikan hidup mereka tentram, harmonis, tenang serta bikin hidup berarti.

Hal itu bukan tanpa alasan, karena kesalehan diri tidak hanya sekedar bermanfaat bagi personal akan tetapi menjadi syarat utama bagi terbentuknya keluarga, masyarakat serta bangsa yang baik dan madani. Artinya, jika kita menginginkan keluarga, masyrakat serta bangsa yang saleh maka tanamlah kesalehan diri dalam setiap personal mereka.

Oleh karena itu, Islam melalui Alquran sangat memperhatikannya dengan menyebut sekian banyak ayat tentang kesalehan diri. Salah satunya,  mengenalkan tips-tips membentuk kesalehan diri yang termuat dengan jelas dalam akhir surah al-‘Ashr berikut,

والْعَصْرِ(1 ) إنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ(2 ) إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ – ٣

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran serta nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran”.

Surah al-‘Ashr diatas disamping berbicara berharganya waktu juga berbicara tips-tips membentuk kesalehan diri yang tidak boleh dilupakan oleh setiap muslim agar bisa berhasil menjadi pribadi yang saleh. Tips-tips dimaksud terangkum dalam empat hal berikut:

Pertama, menjaga dan memperkuat keimanan

Keimanan bagi seseorang yang ingin menjadikan dirinya sebagai pribadi yang saleh harus diletakkan sebagai pondasi awal yang kuat serta kokoh. Karena keimananlah yang dapat menjadikannya mengenal dirinya, kehidupannya serta Tuhannya. Sehingga ia akan selalu tahu rahasia-rahasia kehidupan yang puncaknya dikembalikan pada zat yang maha segalanya.

Kedua, senatiasa menabur kebaikan

Amal baik menjadi buah dari keimanan yang ditanamkan dalam diri. Karena keimanan tidak hanya sekedar kepercayaan belaka melainkan keyakinan yang tertancap dilubuk hati dan memancarkan tindakan dan tingkah laku yang baik. Akibatnya seseorang yang selalu menjaga keimanannya ia akan senatiasa menabur kebaikan.

Dalam surah diatas Allah tidak membatasi kebaikan itu sendiri agar supaya ia senantiasa tertabur dalam segala hal baik jasmani, rohani, sosial, materi ataupun segala sesuatu yang dapat menjadikan kehidupan lebih baik.

Ketiga, saling sapa dengan kebenaran

Agama Islam datang dengan membawa prinsip saling sapa antara satu dengan lainnya agar tetap dalam kebenaran dalam menjalankan roda kehidupannya. Prinsip ini tidak boleh dikesampingkan apalagi dihilangkan dalam bersosial. Karena apalah arti kesalehan diri jika yang lain dibiarkan tenggelam dalam banjirnya kesesatan (ketidak-benaran).

Maka dari itu kebenaran harus disampaikan tidak boleh berhenti sampai kapanpun seaklipun itu pahit. Karena jika ia tidak tersalurkan pada yang lain melalui saling sapa maka tentunya dunia ini akan tidak stabil bahkan bisa hancur-sehancurnya.

Keempat, saling sapa dengan kesabaran

Sebagai mana disinggung diatas, bahwa disamping islam memiliki prinsip saling sapa antara satu dengan lainnya dengan kebenaran juga memiliki prinsip saling sapa antara satu dengan lainnya dengan kesabaran.

Karena sebagaimana kita tahu kesabaran menjadi bagian terpenting dalam sebuah proses. Tidak bisa dibayangkan seberapa jauh antara kita ini dengan kesuksesan tanpa kesabaran. Sehingga prinsip saling sapa untuk bersabar menjadi bagian dari tips membentuk pribadi yang saleh.

Kesimpulannya, jika kita ingin membentuk pribadi kita sebagai pribadi yang saleh maka keempat tips diatas menjadi sebuah keharusan untuk selalu tertanam dalam kehidupan kita. Selanjutnya, kesalihan yang dimaksud adalah bahwa kesalehan diri tidak boleh berhenti dalam pribadi kita tapi juga harus mengalir pada pribadi-pribadi lainnya sehingga bisa sukses menjadi pribadi yang shalih (baik) dan mushlih (memperbaiki sesama). Walahu a’lam. (sumber:bincangsyariah)

 

Latest Articles

Comments