Tiga Jenis Sedekah dalam Islam

Alfatih-media.com-Imam Izzuddin bin Abdissalam di dalam kitabnya menyebutkan bahwa salah satu ibadah yang dianjurkan untuk diperbanyak selama bulan Ramadan adalah sedekah. Di dalam salah satu hadis disebutkan bahwa Nabi saw. ketika bulan Ramadan kedermawanannya lebih tinggi dibanding biasanya. Bahkan diibaratkan melebihi kencangnya angin yang berembus. Di dalam Islam sendiri, sedekah dibagi menjadi tiga jenis.

Pertama, sedekah materi, yakni seseorang dapat mendermakan barang-barang miliknya kepada orang lain. Misalnya memberi uang, makanan, minuman, atau takjil berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa. Hal ini pun sangat dianjurkan oleh Nabi saw. dan ia akan mendapatkan pahala puasa seperti orang yang berpuasa, sebagaimana hadis berikut.

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الجُهَنِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ

يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا. رواه الترمذي.

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang memberi makan berbuka puasa orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sama sekali.” (H.R. At-Tirmidzi)

Kedua, sedekah nonmateri, yakni seseorang dapat sedekah dengan tanpa mengeluarkan materi, tetapi dengan tenaga, pikiran, nasihat, atau sekeder senyum tulus kepada sesama saudaranya. Bahkan di dalam hadis sebagaimana berikut banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan dan termasuk jenis sedekah nonmateri.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ وَأَمْرُكَ بِالمَعْرُوفِ وَنَهْيُكَ

عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَإِرْشَادُكَ الرَّجُلَ فِي أَرْضِ الضَّلاَلِ لَكَ صَدَقَةٌ وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ الرَّدِيءِ البَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ

وَإِمَاطَتُكَ الحَجَرَ وَالشَّوْكَةَ وَالعَظْمَ عَنِ الطَّرِيقِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِفْرَاغُكَ مِنْ دَلْوِكَ فِي دَلْوِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ. (رواه

الترمذي)

Dari Abi Dzar, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah, perintahmu kepada berbuat baik dan mencegah kemungkaran adalah sedekah, petunjukmu kepada seseorang yang tersesat adalah sedekah, menuntunmu kepada orang yang kabur penglihatannya adalah sedekah, kamu menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan (yang dapat membahayakan pengguna jalan) adalah sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu adalah sedekah. (H.R. At-Tirmidzi)

Jadi, segala jenis perbuatan dan perkataan yang baik dan dampaknya dapat dirasakan kepada orang-orang atau makhluk-makhluk di sekitarnya adalah sedekah.

Ketiga, sedekah jariyah, yakni sedekah yang terus mengalir pahalanya meskipun orang yang bersedekah telah meninggal dunia karena barang yang disedekahkan masih terus dimanfaatkan. Seperti menyedekahkan hartanya untuk membangun masjid, pesantren, pengembangan ilmu, dan fasilitas-fasiltas umum lainnya yang bermanfaat. Hal ini berdasarkan hadis Nabi saw. sebagai berikut.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ

ثَلَاثٍ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ. (رواه الترمذي)

Dari Abu Hurairah r.a., bahwasannya Rasulullah saw. bersabda, “Jika manusia meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (H.R. At-Tirmidzi)

Demikianlah tiga jenis sedekah dalam Islam, semoga kita dapat menjalankannya dan terus meningkatkannya baik di bulan Ramadan atau di bulan-bulan lainnya. Aamiin. Wa Allahu A’lam bis Shawab. (sumber:BincangSyariah.Com)

 

Latest Articles

Comments