Tiga Hal yang Rasul Bersumpah akan Kebenarannya

Alfatih-media.com-Rasulullah merupakan penyampai risalah dan ajaran Allah. Sabda-sabda beliau merupakan penjelasan serta implementasi atas kalam-kalam-Nya. Di antara ajaran-ajaran yang beliau bersumpah akan kebenarannya beliau sebutkan dalam hadis berikut;

عن عبد الرحمن بن عوف رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ثلاث والذي نفسي بيده إن

كنت لحالفًا عليهن: لا ينقص مال من صدقة فتصدقوا، ولا يعفو عبد عن مظلمة إلا زاده الله بها عزًّا يوم

القيامة، ولا يفتح عبد باب مسألة إلا فتح الله عليه باب فقر

Dari Abdurrahman bin ‘Auf Ra, sesungguhnya Rasulullah bersabda, “Demi dzat yang nyawaku berada di tangannya, jika aku harus bersumpah maka aku akan bersumpah atas kebenarannya. Pertama, tidak akan pernah berkurang nilai harta yang kalian sedekahkan di jalan Allah. Kedua, apabila seseorang mau memaafkan atas kezaliman yang menimpa dirinya, semata mengharapkan ridha Allah, niscaya Allah akan menambahkan kepadanya kemuliaan di hari kiamat kelak. Ketiga, seseorang yang tidak mau membukakan pintu pertolongan bagi saudaranya yang sangat membutuhkan bantuan, niscaya Allah akan membukakan untuknya pintu kemiskinan. (HR. Muslim).

Pertama. Tidak akan berkurang nilai harta yang disedekahkan. Hal ini selaras dengan firman Allah dalam QS Al-An’am ayat 160, bahwa harta yang disedekahkan tidak akan berkurang tapi akan dilipat gandakan sepuluh kali lipat. Para ulama ada yang menafsirkan bahwa ini bukan hanya tentang pahala tapi juga secara materi, berupa dengan dipermudah urusan-urusan duniawinya. Agar ia semakin dimudahkan untuk semakin rajin bersedekah di jalan Allah.

Kedua. Seseorang yang memberi maaf atas kezaliman yang menimpanya diganjar dengan kemuliaan di hari kiamat. Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan, ini termasuk keutamaan memberi maaf. Sebab sebenarnya ia berhak membalas atas tindakan kezaliman yang ia terima, namun ia mengugurkannya (memaafkannya), contohnya hutang piutang dan sebagainya.

Ketiga. Dibukakan pintu kemiskinan bagi siapa saja yang enggan membuka pintu pertolongan pada saudaranya yang membutuhkan. Rasulullah dalam hadis Qudsi pernah menerangkan bahwa pertolongan Allah terdapat dalam pertolongan seorang hamba kepada saudaranya. Maka tentu merugi orang yang menolak untuk membantu saudaranya yang dalam kesulitan. (sumber:BincangSyariah.com)

Latest Articles

Comments