Tertawa Berlebihan Tak Dianjurkan Dalam Islam

Alfatih-media.com-Tertawa adalah salah atu ekspresi kegembiraan yang muncul dari setiap orang. Selain dapat membuat orang lebih awet muda, tertawa menjadi salah satu obat terbaik untuk semuanya, baik secara fisik maupun mental. Yang demikian dikarenakan tertawa dapat menurunkan hormone stress dan meningkatkan sirkulasi darah serta komsumsi oksigen. Tak hanya menjaga kesehatan mental, tertawa rupanya juga bisa membuat sistem organ dalam tubuh bekerja dengan optimal.

Namun tahukah anda jika tertawa berlebihan itu akan membahayakan pada jiwa seseorang? Pada zaman abad ketiga sebelum masehi, ada filsuf dari Yunani bernama Chrysippus, meninggal karena efek tertawa berlebihan. Ia tertawa berlebihan sebab melihat keledainya yang diberi minum anggur bisa mabuk layaknya manusia. Ironis memang, namun begitulah realitanya. Tertawa yang bisa membuat orang lebih awet muda juga bisa pula mempersingkat umur jika dilakukan secara berlebihan.

Tertawa berlebihan dalam Islam tidak dianjurkan. Bahkan Rasulullah melarangnya, karena tertawa yang berlebihan itu juga bisa mematikan hati. jika hati telah mati, maka hati akan sulit menerima kebenaran, kebaikan, dan kelembutan. Rasulullah bersabda:

وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ القَلْبَ

“Dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguhnya terlalu banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Tirmidzi)

Jika hati sudah mati, maka tidak ada yang bisa diharapkan lagi. Sebab hati yang mati tidak bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan. Sehingga jika ditawarkan kepadanya kebatilan dan berbagai macam perbuatan buruk, maka ia tidak akan bisa menjaduh dari perbuatan tersebut. Dengan begitu, seseorang yang banyak tertawa berlebihan akan lebih condong pada keburukan-keburukan amalnya. Hatinya sudah tidak lagi berfungsi dan susah beramal kebaikan.

Imam Syafi’i berpesan dalam Diwannya:

وكم من فتى أمسى و أصبح ضاحكا  وأكفانه في الغيب تنسج وهو لا يدري

Berapa banyak anak muda yang anyut dalam tawa ketika sore dan pagi. Padahal kain kafan untuknya sedang dijahit, sementara dia tidak menyadarinya 

Petuah yang cukup menyayat hati. Bagaimana bisa tertawa berlebihan jika hatinya selalu memikirkan  kain kafannya? Ia membayangkan seolah kematian akan hadir esok hari. Sehingga yang terfikirkan adalah menabung amal saleh sebanyak-banyaknya. Berbeda dengan seseorang yang sering tertawa berlebihan dan hatinya mati, ia tak sedikitpun membayangkan dan memikirkan nasib dirinya di kemudian hari. (sumber:BincangSyariah.Com)

Latest Articles

Comments