Sikap Seorang Mukmin Dalam Menghadapi Aneka Musibah

Alfatih-media.com-Setiap manusia pasti mempunyai ujian masing-masing, sesuai dengan kemampuannya. Ujian yang diberikan oleh Allah di di dunia ini bukan karena Allah tidak sayang, namun semakin banyak ujian berarti Allah semakin perhatian. Karena hakikat ujian kunci jalan keluarnya adalah bersandar kepada Allah.

Oleh sebab itu sebagai seorang mukmin dituntut untuk bersabar ketika mendapatkan benturan pertama sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah Saw., ia adalah sandaran yang kuat, mengantikan kesedihan dan menghilangkan kepiluan, cukuplah bagi orang yang sabar akan mendapat pahala yang tak terbatas dari Allah.

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Q.S: Az-Zumar: 10)

Rasulullah pernah ditanya oleh salah seorang sahabat, apa iman itu? Beliau menjawab: “Sabar, lapang dada dan akhlak yang mulia”. (H.R. Imam al-Baihaqi, Az-Zuhdu al-Kabiir, Jilid: 2/219).

Ali Ibn Abi Thalib (W. 40 H) pernah berujar kepada Asy’asts bin Qais (W. 40 H), “Jika kamu sabar maka pena akan terus menulis (kabaikanmu) dan kamu mendapatkan pahala, dan apabila kamu berkeluh kesah penah terus menulis (keburukan) dan kamu mendapatkan dosa”.

Musibah yang terjadi menurut ibnu Mubarak (W. 181 H) – itu satu, tapi jika kamu berkeluh kesah maka musibah itu menjadi dua, pertama musibah itu sendiri kedua hilangnya pahala dari dirimu karena berkeluh kesah.

Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda : “siapa yang di timpa musibah baik pada hartanya atau jasadnya lalu ia menyembunyikanya, tidak mengeladukanya kepada orang lain kecuali kepada Allah, maka Allah akan mengampuni dosanya”. (H.R. Thabrany dalam Mu’jam al-Kabir, Jilid: 11/184).

Di riwayatkan bahwasanya suatu ketika ada seorang perempuan pedalaman mendengar teriakan di dalam rumah, ia berkata apa ini? lalu ada orang yang menjawab dari dalam rumah, ada yang meninggal dunia. Perempuan ini berujar, “tidak ada yang baik kecuali mereka memohon pertolongan kepada Tuhannya, dengan taqdirnya yang belaku dan dengan pahala yang di harapkannya”.

Imam asy-Syafi’i (W. 204 H) berkata,

وَلِرُبَّ نازلةٍ يَضِيْقُ بِهَا الْفَتَى * ذَرْعاً وَعِنْدَ اللهِ مِنُهَا اْلَمخْرَجُ

ضَاقَتْ فَلَمَّا اِسْتَحْكَمَتْ حَلَقَاتُهَا * فُرِجَتْ وَكَانَ بِظَنِهِا لاَ تُفرجُ

“Dan banyak permasalahan membuat para generasi muda berfikir sempit ** Padahal jalan keluar sesungguhnya ada disisi Allah”

“Permasalahan semakin meruncing tatkala komunitasnya semakin memojokkannya ** KemudianAllah memberikan kelapangan ketika ia mengira tidak ada lagi jalan keluar”.

Kalaulah ada yang mengetahui bahwasanya kesusahan hidup ini tidaklah hanya luka saja yang pasti terjadi berhari-hari bahkan sampai berminggu-minggu atau berbulan-bulan atau bahkan terus diuji sepanjang hayat, maka bersabar dan berharap ridlo dan pahala dari Allah adalah jalan yang terbaik sehingga kita dijadikan termasuk golongan orang-orang yang beruntung. Semoga Allah menjaga kita semuanya. (sumber:BincangSyariah.Com)

 

Latest Articles

Comments