Seminar Nasional USU Hadirkan Kepala Daerah Berinovasi

MEDAN (alfatih-media.com)-Seminar nasional “Pembangunan Untuk Kemandirian Masyarakat” dalam rangka Dies Natalis Universitas Sumatera Utara (USU) ke 67 tahun di Auditorium USU, Kamis (19/9/2019) menghadirkan narasumber kepala daerah yang telah berhasil membuat inovasi di daerahnya. Diantaranya, Walikota Jambi, Dr Syarif Fasha dan Wakil Bupati Kulon Progo Drs Sutedjo.

Selain itu, USU juga menghadirkan Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Ir R S Hanung Harimba Rachman sebagai narasumber pada seminar nasional tersebut.

Rektor USU, Prof Runtung Sitepu saat membuka seminar nasional menyebutkan, kehadiran tiga narasumber ini memiliki kompetensi yang sudah tak perlu diragukan lagi. Khususnya bila dikaitkan dengan tema “Pembangunan Untuk Kemandirian Masyarakat”.

“Dimana, ketiganya merupakan praktisi yang menjadi pengambil kebijakan dalam lingkup kerjanya masing-masing. Sebagaimana banyak dari kita yang sudah mengetahui bahwa, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha, merupakan salah satu tokoh yang memiliki banyak prestasi dalam meningkatkan pembangunan di daerahnya,”kata Runtung.

Selain itu kata Runtung, Syarif  Fasha sebagai Walikota Jambi juga telah menerima banyak penghargaan dari berbagai lembaga karena keberhasilannya dalam melahirkan inovasi-inovasi cemerlang dan penting serta program-program pembangunan yang yang berorientasi untuk membangun kemandirian masyarakat.

“Demikian pula dengan Kabupaten Kulon Progo yang dinilai sebagai salah satu kabupaten terbaik di Indonesia, yang memiliki berbagai program pengentasan kemiskinan dan mengedepankan konsep pembangunan pro rakyat. Maka dari kedua narasumber kita akan banyak belajar dan mendengar berbagai hal terkait membangun kemandirian masyarakat. Kemudian , seminar nasional ini diperkuat oleh narasumber dari Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM),”ujarnya.

Mahasiswa Di Motivasi  Miliki Jiwa Enterpreneur

Dalam paparannya, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Ir R S Hanung Harimba Rachman mendorong mahasiswa yang menjadi pelaku UKM pemula untuk menjangkau pasar global, tidak hanya berada di pasar domestik.

“Kita mendorong supaya go internasional. Saya mau kasih contoh seperti Jack Ma, pendiri perusahaan Alibaba. Mereka mendirikan kalau ingin booming jangan berkompetisi untuk hari ini. Tapi berkompetisi untukmasa depan. Kalau hanya saat ini maka akan kalah. Dengan teknologi yang ada kita bisa lebih maju itu, karena potensialnya yang sangat besar,”ujarnya.

Walikota Jambi, Dr Syarif  Fasha  pada paparannya menyampaikan letak geografis wilayah kota Jambi. Selain itu, juga membeberkan sejumlah inovasi yang telah dibuat di wilayah kepemimpinannya.

“Latar belakang saya enterpreneur yang sama sekali tidak memahami tentang pemerintahan. Dari birokrasi yang obsulute. Tetapi, sejak saya jadi walikota saya membawa kapal saya dengan konsep enterpreneur. Sistem yang kami buat, anda bekerja apa anda mendapatkan apa. Kami membuat pelayanan publik dengan memberdayakan masyarakat. Karena bagi saya, kepemimpinan kedepan adalah kepemimpinan yang bisa menggerakkan masyarakat,”bebernya.

Dibeberkannya, salah satu inovasi yang ia buat yakni, program kampong BANTAR ( Bersih, Aman dan Pintar) adalah program inisiatif Pemerintah Kota Jambi yang ditujukan untuk mengakselerasi percepatan pembangunan. Tujuannya untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antar wilayah, meningkatkan kualitas kesejahteraan dan meningkatakan kualitas perekonomian masyarakat, khususnya dilokasi RT Kampung Bantar.

“Kami memberdayakan masyarakat untuk hidup bersih dan hidup sehat.  Hidup sehat itu bukan berarti kita harus chek up setiap tahun. Tapi menjalani pola hidup sehat. Rumah Sakit di Singapore banyak, tapi untuk menyediakan bagi orang Indonesia. Disana justeru jarang orang sakit, karena pemerintahnya mewajibkan masyarakatnya untuk melangkah 6000 setiap hari. Pola hidup sehat disana benar-benar dilakukan,”ujarnya. 

Oleh karena itu lanjutnya, ia mendorong mahasiswa untuk memiliki jiwa entrepreneur. Karena entrepreneur sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan, juga dalam kepemimpinan.

Hal yang sama disampaikan Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjod. Dia memaparkan kondisi di Kulon Progo.

“Di Kulon Progo nyaris 25 persen penduduknya miskin saat pertama kami menjabat sebagai kepala daerah di Kulon Progo. PAD sangat rendah masih 100 Milyar dengan total APBD dibawah 1 Triliun. Masih ada kultur warga kami yang masih sulit di ajak maju. Mereka lebih menerima apa adanya hidup ini. Inilah resiko kami utnuk menerima. Lalu, kami melakukan upaya-upaya dan menelurkan semangat kemandirian. Kemudian, lahirlah jargon bela Kulon Progo,”sebutnya. 

Dia menyebutkan, ada empat hal yang dilakukan di Kulon Progo. Pertama, perlindungan sosial dan SDM, kedua pendidikan karakter, investasi dan tata kelola.

“Untuk perlindungan sosial dan SDM, kami membuat bedah rumah warga yang saat ini sudah berjalan 7 tahun. Bedah rumah warga miskin ini tanpa APBN dan APBD,tapi hanya dengan menggelorakan semangat kepedulian. Setiap minggu kami datangi rumah ke rumah mana yang layak di bedah. Lalu, kami adakana kerja bakti membedah rumah warga dengan biaya 15 juta setiap rumah,”katanya.

Selain itu, katanya, inovasi yang di buat Kulon Progo adalah menerapkan perda kawasan tanpa rokok.

“Ini sangat penting, karena kita tidak bisa melakukan apapun kalau tidak sehat.Ini mengatur dimana-mana saja kawasan yang boleh merokok dan dimana-mana tidak boleh merokok. Iklan dan baliho rokok juga kita batasi demi menjaga kesehatan masyarakat walau membunuh pendapatan. Bahkan, ada juga toko yang memasang informasi bahwa tidak sedia rokok,”bebernya.

Di Kulon Progo lanjutnya, pihaknya juga membuat perda yang mengatur tentang toko-toko modren. “Di kulon progo tidak boleh berjejeran dengan pasar tradisional, jarakya harus 1 kilometer. Mart-mart di Kulon Progo diganti namanya  menjadi toko milik rakyat (Tomira), sehingga produk-produk di kulon progo bisa masuk ke mart itu,”ujarnya. (ef/foto:ist)

Latest Articles

Comments