Sembilan Peristiwa Sejarah Islam di Bulan Jumadil Ula

Alfatih-media.com-Bulan Jumadil Ula adalah bulan kelima di dalam kalender Hijriyah. Kata Jumadil ula terdiri dari dua kata jumada yang berarti “kering” dan ula berarti “pertama”. Bulan ini dinamakan Jumadil ula karena bulan ini merupakan awal musim kemarau atau periode pertama terjadinya kekeringan.

Di dalam bulan ini terdapat sembilan peristiwa yang perlu Anda ketahui.

Pertama, tanggal 4 Jumadal ula 646 H, tentara Salib ketujuh dari Prancis di bawah pimpinan Louis IX mulai bergerak ke sebelah timur. Mereka telah menemui kegagalan dalam peperangan Al-Mansurah, dan Louis IX telah dijadikan tawanan tentara Islam.

Kedua, tanggal 5 Jumadil ula 5 H., Sayyidah Zainab, cucu Rasulullah saw. putri Ali bin Abi Thalib dan Fathimah Az-Zahra lahir.

Ketiga, tanggal 10 Jumadil ula 36 H., sahabat Thalhah bin Ubaidillah gugur di perang Jamal dalam usianya ke-64 tahun. Dan beliau dimakamkan di Bashrah.

Keempat, tanggal 13 Jumadal ula 11 H., Fatimah Az-Zahrah meninggal dunia. Ia adalah putri bungsu Rasulullah saw. yang menyaksikan perjuangan berat orang tuanya mendakwahkan agama Allah Swt.

Kelima, tanggal 13 Jumadil ula 1402 H. bertepatan pada 17 Maret 1982 M., Al-Imam As-Syekh Jad Al-Haqqu Ali Jad Al Haqqu dilantik menjadi  Al-Imam Al-Akbar Syekh Azhar ke 42. Sosok yang dilahirkan di Daqahliyah, Mesir ini pernah menjadi seorang mufti dan Menteri Agama Mesir.

Keenam, tanggal 15 Jumadil ula 38 H., Imam Ali Zainal Abidin lahir.

Ketujuh, tanggal 20 Jumadil ula adalah pembukaan Kota Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih.

Kedelapan, pada bulan ini Imam Ali bin Husein putra Imam Husein, cucu Rasulullah saw. lahir di Madinah.

Kesembilan, tanggal 24 Jumadil Ula 1425 H. bertepatan pada 11 Juli 2004 M dibentuk Persatuan Ulama AntarBangsa di London. Persatuan ini dianggotai oleh ulama-ulama dan pemikir Islam di seluruh dunia. Persatuan ini dibentuk untuk menjadi sumber rujukan umat Islam di dalam masalah fiqih, ilmu, dan pengetahuan yang diketuai oleh Prof. Dr. Yusuf Al-Qaradhawi.  Wa Allahu A’lam bis Shawab. (sumber:bincangsyariah)

Latest Articles

Comments