Sembilan Penyebab Menyimpangnya Akhlak Anak

Alfatih-media.com-Banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan penyimpangan akhlak buah hati kita. Apalagi ketika buah hati kita menginjak masa-masa remaja, masa penuh gejolak dan pencarian jati diri. Pada masa-masa itulah masa terpenting perkembangan jiwa anak-anak kita.

Agar perkembangan jiwa anak-anak kita terarah, Islam mengajarkan kita agar selalu memperhatikan pendidikan buah hati kita, baik pendidikan jasmani dan rohaninya. Abdullah bin Umar dalam Tuhfatul Maudud mengatakan

أدب ابنك فإنك مسؤول عنه ماذا أدبته و ماذا علمته وهو مسؤول عن برك وطواعيتك لك

“Didiklah anakmu, karena sesungguhnya engkau akan dimintai pertanggungjawaban mengenai pendidikan dan pengajaran yang telah engkau berikan kepadanya dan dia juga akan ditanya mengenai kebaikan dirimu kepadanya serta ketaatannya kepada dirimu”

Oleh karena itu, kedua orangtua memiliki tanggungjawab dan amanah yang sama dalam mendidik anak-anaknya agar menjadi pribadi yang baik dan jauh dari akhlak-akhlak yang menyimpang dan rusak. Dalam KBBI perilaku menyimpang diartikan sebagai perilaku, perbuatan, tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di masyarakat.

Menurut Abdullah Nasih Ulwan dalam Tarbiyatul Awlad fil Islam, ada sembilan faktor penyebab menyimpangnya akhlak anak, yaitu;

Pertama, kesulitan ekonomi. Dorongan ekonomi biasanya menjadi factor utama untuk melakukan suatu perilaku yang menyimpang. Menurut Abdullah Nasih, ketika anak merasa bahwa kebutuhannya tidak terpenuhi oleh orangtua, itu akan mendorongnya untuk mencari sesuatu yang bisa memenuhi keinginan dan kebutuhannya di luar rumah. Pada kondisi ini dikhawatirkan anak akan melakukan hal-hal yang dilarang seperti mencuri dan lain sebagainya.

Untuk mengatasi kesenjangan ekonomi, jelas Abdullah Nasih Alwan, Islam dengan syariatnya yang adil telah menentukan aturan dasar untuk memerangi kemiskinan di antaranya dengan disyariatkannya zakat. Tidak sampai di situ, bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah menegaskan bahwa tidaklah sempurna iman seseorang jika dia tidur dengan keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan.

Kedua, pertengkaran orangtua. Pertengkaran orangtua yang kerap terjadi merupakan salah satu penyebab sikap anak yang menyimpang. Jika ingin anak anda memiliki mental yang sehat, sebaiknya hindari bertengkar di depan anak-anak. Tidak ada satu pun anak di dunia yang senang melihat orangtuanya bertengkar, karena itu, efek dari pertengkaran orangtua di masa depan anak tidak dapat terhindarkan.

Ketiga, perceraian Orangtua. Perceraian cenderung menimbulkan dampak negatif pada mental anak. Mungkin saat anda bercerai anak bisa bertahan tapi akan selalu ada yang kurang dan tidak seimbang. Ingat, perceraian tidak hanya melibatkan anda dan pasangan, tapi pasti merugikan buah hati anda.

Menurut Abdullah Nasih Alwan agar jangan sampai terjadi perceraian antar suami istri hendaknya keduanya saling memahami dan membantu dalam tugas-tugas rumah tangga dan mendidik anak. Serta jangan lupa juga untuk saling menghormati hak masing-masing agar hubungan rumah tangga harmonis dan langgeng.

Keempat. Ketika Anak-anak Banyak Waktu luang tapi tidak diisi dengan kegiatan yang positif, terutama pada anak-anak remaja. Waktu kosong bisa menyebabkan kerusakan pada perilaku anak-anak. Sebab jika tidak diarahkan, khawatir mereka akan mengisi waktu mereka dengan perkara yang tidak wajar sebagai dorongan hasrat muda mereka.

Kelima, berteman dengan teman yang nakal. Lingkungan pertemanan sedikit banyak mempunyai pengaruh dalam perkembangan jiwa anak. perilaku menyimpang biasanya tumbuh dengan kebiasaan yang sering mereka lakukan, jika telah menjadi kebiasaan akan sulit untuk meluruskan kembali watak yang melekat. Jadi sebaiknya, menurut Abdullah Nasih Alwan, orangtua harus memperhatikan dengan siapa biasanya buah hatinya berteman, kemana biasanya mereka pergi dan sebagainya.

Keenam. Buruknya perlakuan orangtua kepada anak, seperti sering memukul dan membentak anak. semakin sering anak dipukul saat kecil, maka saat semakin besar kemungkinan mereka menentang orangtua atau orang dewasa lainnya. Sebab hal itu bisa memberikan efek negatif bagi perkembangan mental anak sehingga kemungkinan anak akan menunjukkan perilaku anti sosial saat dewasa.

Ketujuh, nonton film dewasa. Film dewasa sering menyuguhkan adegan kekerasan, seksual dan perilaku menyimpang. Anak-anak dengan perkembangan psikologis belum sempurna rentan mengalami trauma jika belum siap menerima konten seperti itu. Akibat dan dampaknya pun bisa bermacam-macam.

Kedelapan, orangtua lepas tangan dengan pendidikan anak. Padahal, pengaruh orangtua dalam pendidikan anak sangat signifikan dalam perkembangan kepribadian seorang anak. Sebab dari orangtualah anak mendapatkan pendidikan pertama mereka, lembaga pendidikan bukan tumpuan satu-satunya dalam mendidik anak. karena itu, orangtua harus saling melengkapi dan memberikan konstribusi sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Kesembilan, kehilangan orangtua. Ketika seorang anak tumbuh tanpa kasih sayang dan kehadiran orangtua maka akan berpengaruh terhadap perkembangan spikologis anak. seperti anak lebih agresif, mudah depresi, kurang percaya diri dan lain sebagainya. (sumber:BincangSyariah.com)

 

Latest Articles

Comments