Sabda Nabi Tentang Perumpamaan Shalat Lima Waktu

Alfatih-media.com-Setiap hari umat Islam tidak terlepas dari ibadah shalat. Khususnya shalat lima waktu. Shubuh, Dhuhur, Asar, Maghrib, dan Isya’. Bahkan ibadah ini menjadi kewajiban bagi semua umat Islam yang telah memasuki usia balig.

Terkait dengan hal ini, Rasulullah saw. pernah menyampaikan perumpamaan shalat lima waktu bagi umat Islam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ

خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟ قَالُوا: لاَ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ. قَالَ: فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ

بِهِنَّ الخَطَايَا. رواه البخاري ومسلم والترمذي والنسائي.

Dari Abu Hurairah r.a., bahwasannya Rasulullah saw. pernah bersabda (kepada para sahabat), “ Bagaimana pendapat kalian, seandainya ada sebuah sungai di pintu salah satu dari kalian, lalu ia mandi dari (air)nya setiap hari lima kali, apakah masih ada kotorannya?” Mereka menjawab, “Tidak tersisa sesuatu kotoran pun.” Beliau bersabda, “Maka demikian itu seperti halnya shalat lima waktu, Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan dengannya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i).

Imam Ibnul Arabi mengatakan bahwa perumpamaannya (yang tergambar dalam hadis tersebut) adalah bahwasannya ada seseorang yang badan dan bajunya banyak kotoran-kotoran yang menempel, lalu ia membersihkannya dengan air yang banyak. Begitu juga dengan shalat-shalat yang dapat membersihkan seorang hamba dari kotoran-kotoran dosa.

Secara dhahirnya, kesalahan-kesalahan yang dimaksud hadis tersebut adalah meliputi dosa yang kecil maupun yang besar secara umum. Namun imam Ibnu Hajar di dalam kitab Fathul Barinya mengutip pendapat Ibnu Battal yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa-dosa yang kecil saja. Argumennya adalah di dalam hadis tersebut, Rasulullah saw. menggunakan perumpamaan dengan kata darn/kotoran. Sedangkan darn/kotoran tersebut adalah pasti dinisbatkan pada kotoran yang kecil/sedikit dibanding dengan kotoran-kotoran yang lebih besar lainnya. Oleh karena itu, maksud “darn” di dalam hadis tersebut adalah biji (kecil). Atau yang dimaksud adalah waskh (kotoran) yang bisa dibersihkan dengan mandi dan berbersih.

Demikianlah sabda nabi tentang perumpamaan shalat lima waktu bagi umat Islam. Yakni ia mandi lima kali dalam sehari. Jika mandi dapat membersihkan badan dari kotoran, maka shalat dapat membersihkan diri dari dosa dan kesalahan-kesalahan. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

(sumber:bincangsyariah)

Latest Articles

Comments