Rektor USU : Tingkatkan Kualitas USU Melalui Silaturahmi

MEDAN (alfatih-media.com)-Silahturahmi menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan dan memajukan universitas. Karena, dengan silahtaruhmi dapat menyatukan visi dan misi bersama. Demikian diungkapkan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), prof Runtung dalam sambutannya pada acara buka puasa bersama dengan seluruh civitas akademika kampus di halaman Biro Rektor USU, Jumat (10/5/2019).

“Silaturahmi ini sangat besar manfaatnya untuk mempersatukan visi dan misi, sehingga cita-cita kita mengembangkan USU bisa lebih cepat. Kalau bisa pertemuan seperti ini kita perbanyak lagi. Sebab, semakin banyak kita bertatap muka, maka kita akan semakin menyayangi. Dan hasilnya kita lihat sendiri, setiap tahun ada prestasi yang mengejutkan. Bukan kita saja, tapi sepertinya teman-teman universitas lain terkejut dengan prestasi yang kita raih,”ujar Prof Runtung.

Namun begitu katanya, prestasi tersebut jangan menjadikan diri terus berpuas diri. Akan tetapi. Bagaimana prestasi tersebut dapat dipertahankan .

“Jika perlu, prestasi ini dapat lebih ditingkatkan lagi. Ini tantangan bagi kita, karena sudah peringkat pertama, bisa saja kita dilompati dengan universitas lainnya. Universitas lain tentunya juga melakukan perbaikian untuk mengejar ketertinggal. Oleh karenanya, kita juga pertahankan ini. Saya yakin tahun mendatang bisa ditingkatkan lebih baik lagi,”pungkasnya.

Ustadz Prof Dr Nawir Yuslem MA pada tausiah singkatnya mengatakan, ibadah puasa ramadhan adalah satu ibadah yang utama di dalam.membangun keberagaman dan ketaqwaan umat islam dalam kehidupan sebagai umat manusia. Oleh karena itu, syariat ibadah puasa tidak hanya disyariatkan umat islam saja. Akan tetapi, juga umat terdahulu.

“Hal itu ekspliist disebutkan di dalam alquran. Apa yang diharapkan yang diraih melalui puasa. Hakikat taqwa adalah puncak keimanan yang tertinggi sebagai makhluk manusia yang percaya tentang kehidupan dan sesuadah kehidupan dunia. Maka, iman ini menjadi modal utama dalam kehidupan. Pertama dengan memahami bahwa perjalan hidup akan mengalami dua kematian dan dua kehidupan. Itu jelas dalam alquran,”jelasnya.

Kehidupan ini katanya tidak berlangsung lama, setelah masa kehidupan maka akan ada masa kematian.

“Keimanan kita dibutuhkan karena iman bisa menjadi alat untuk memilah dan memilih, mana yang hak dan batil, mana yang baik dan buruk. Ada saatnya ketika iman menurun maka pada saat itu kita tidak bisa memilah dan memilih. Bahkan, kita tak bisa lagi diberi peringatkan. Maka pada saat itu akan merugikan kita,”tuturnya.

Selain dapat meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kata Ustadz Nawir,  ibadah puasa pada bulan ramadhan akan membuka peluang untuk meningkatkan keilmuan.

“Dengan kehadiran ramadhan kita harus baca lagi. Apalagi, di ramadhan ini didorong tadarus. Alquran itu sumber ilmu pengetahuan bagi umat islam. Puasa di bulan ramadhan ini, juga akan meningkatkan rasa syukur kita. Syukur ini janji Allah yang akan mengantarkan kita pada ridhaNya. Bisa menghambat kita dari malapetaka. Justeru jika kita menghindari syukur. Maka akan terjadi malapetaka. Dengang syukur bisa menjadi manusia yang paripurna,”ujarnya.

Acara buka puasa bersama turut dihadiri Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) Fahmi Natigor Nasution, para wakil rektor, para guru besar dekan, dan para dosen serta pegawai USU. (ef/foto:ist)

Latest Articles

Comments