PT KAI Sosialisasikan Disiplin Lalu Lintas di Perlintasan Sebidang

-Angka Kecelakaan Capai 30 Kasus-

MEDAN (alfatih-media.com)-Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I SU kembali menggelar kegiatan Sosialisasi di Pelintasan Sebidang, yakni JPL 04, jalan Sisingamangaraja, Medan, Sabtu (28/11/2020). 

"PT Kereta Api Indonesia Divre I SU mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada serta lebih waspada saat akan melintasi perlintasan sebidang kereta api," jelas Mahendro Trang Bawono, Manager Humas PT KAI Divre I SU kepada wartawan, kemarin

Dalam kegiatan sosialisasi yang turut menggandeng stakeholders perkeretaapian Medan dan pecinta Kereta Api, TNI dan jajaran PT KAI Divre I Sumut. Turut serta juga mensosialisasikan, Kepala Bidang Perkeretaapian dan Pengembangan Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Agustinus Panjaitan.

Selain membagian stiker dan masker, sosialisasi juga dilakukan dengan membentangan spanduk dan poster berisi himbauan-himbauan kepada pengguna jalan. Tidak hanya itu, saat sosialisasi juga diberikan sekuntum bunga mawar untuk para pengendara yang melintas.

"Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih disiplin berlalu lintas, menyadari dan memahami juga fungsi pintu pelintasan. Dengan begitu, dapat meminimalisir angka kecelakaan di perlintasan sebidang," ucap Mahendro.

Kabid Perkeretaapian dan Pengembangan Dishub Sumut, Agustinus Panjaitan mengatakan, sosialisasi disiplin lalu lintas di perlintasan sebidang sangat penting dilakukan. Ini sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat pengguna jalan supaya lebih tertib berlalu lintas. 

"Apalagi kecelakaan di perlintasan sebidang mencapai 30 kasus sampai November. Itu jumlah yang tinggi menurut kami. Ini perhatian serius kita bersama, khususnya pihak PT KAI" katanya.

Dikatakannya, keselamatan lalu lintas di perlintasan sebidang ini tidak hanya menjadi tanggungjawab PT KAI, tapi juga menjadi kewajiban pemerintah daerah.

"Kita punya tanggungjawab masing-masing. Pemda punya tanggungjawab juga untuk menosialisasikan tentang perlintasan sebidang. Kita juga melengkapi fasilitas keselamatan sebelum dan sesudah perlintasan sebidang. Untuk menjaga keamanan di perlintasan sebidang, khususnya yang tidak dijaga. Intinya, untuk keselamatan lalu lintas di perlintasan sebidang ini kita punya semangat yang sama," ujarnya.

Angka Kecelakaan Capai 30 Kasus

PT Kereta Api Indonesia Divre I SU mencatat, sejak Januari hingga November 2020, jumlah kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang kereta api sebanyak 30 kasus. Dari jumlah kecelakaan itu, korban yang meninggal dunua sebanyak 3 orang, luka berat 1 orang, dan luka ringan sebanyak 20 orang. 

Mahendro Trang Bawono, Manager Humas PT KAI Divre I SU menuturkan, masih tingginya kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang, membuat PT KAI terus mengoptimalkan sosialisasi di perlintasan sebidang.

"Hal ini sebagai upaya kita untuk meningkatkan keselamatan. Kita juga terus melakukan kordinasi bersama Ditjen Perkeretaapian Kemenhub dan Pemda setempat terkait penutupan sejumlah pelintasan sebidang. Saat ini pemerintah daerah juga secara bertahap membangun fasilitas flyover ataupun underpass sejumlah titik untuk meminimalisir kecelakaan lalulintas di pelintasan sebidang," sebutnya.

Mahendro menjelaskan, sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 menyatakan, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api. 

Selain itu lanjutnya, di dalam UU 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 menyebutkan, bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib: 

a. Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup, dan/atau ada isyarat lain; 

b. Mendahulukan kereta api; dan

c. Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel. 

"Sesuai PM 36 tahun 2011 tentang Perpotongan Dan/Atau Persinggungan Antara Jalur Kereta Api dengan Bangunan Lain pada Pasal 6 ayat 1 menyebutkan, pada pelintasan sebidang, kereta api mendapat prioritas berlalu lintas," jelas Mahendro.

Untuk itu, katanya, pengendara kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain. Pengendara juga wajib memastikan kendaraannya dapat melewati pelintasan sebidang dengan selamat, serta wajib memastikan pula kendaraannya keluar dari pelintasan sebidang apabila mesin kendaraan tiba-tiba mati di pelintasan sebidang. 

Bagi pejalan kaki tambahnya, wajib berhenti sejenak sebelum melintasi pelintasan sebidang, menengok ke kiri dan kanan untuk memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas. 

Di samping itu, dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengganggu konsentrasi, antara lain menggunakan telepon genggam dan menggunakan headset pada saat melintasi pelintasan sebidang.

"Kecelakaan di pelintasan sebidang tidak hanya merugikan pengguna jalan tapi juga dapat merugikan PT KAI. Tidak jarang perjalanan KA lain terhambat, kerusakan sarana atau prasarana perkeretaapian, hingga petugas KAI yang terluka akibat kecelakaan di pelintasan sebidang," ucapnya.

353 Perlintasan Sebidang Di Wilayah Sumut

Hingga kini, jumlah perlintasan sebidang di wilayah Divre I SU sebanyak 353 perlintasan. Diantaranya, perlintasan sebidang resmi 92 titik dan liar 252 titik. Sedangkan untuk pelintasan tidak sebidang yang telah difasilitasi flyover dan underpass sebanyak 9 titik. 

Manager Humas PT KAI Divre I SU, Mahendro Trang Bawono menyebutkan, pintu pelintasan kereta api berfungsi untuk mengamankan perjalanan kereta api, agar tidak terganggu pengguna jalan lain seperti kendaraan bermotor maupun manusia. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 72 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta pasal 110 ayat 4. 

“Perjalanan kereta api lebih diutamakan karena jika terjadi kecelakaan dampak dan kerugian yang ditimbulkan dapat lebih besar. Maka dari itu pintu pelintasan utamanya difungsikan untuk mengamankan perjalanan KA,” kata Mahendro. (ef/foto:alfatih)

 

 

 

 

Latest Articles

Comments