Pertamina Tegaskan Harga Elpiji Sesuai HET

MEDAN (alfatih-media.com)- Berdasarkan laporan warga dan pantauan pihak Pertamina, harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer bergerak naik. Khusunya di wilayah kota Medan dan Deli Serang, Sumatera Utara. Padahal, secara distribusi dan stok, tersedia mencukupi di masyarakat.

"Kami menegaskan bahwa harga elpiji 3 kg di wilayah Sumatera Utara tidak berubah. Tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. Untuk  Medan dan Deli Serdang yaitu 16 ribu rupiah per tabung, di pangkalan elpiji Pertamina," ujar Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR I, Roby Hervindo, kemarin.

Pihaknya menenggarai kenaikan disebabkan kepanikan sebagian warga akibat pemberitaan akan dicabutnya subsidi elpiji 3 kg. Sehingga, mereka membeli elpiji melebihi kebutuhan normal. Situasi ini dimanfaatkan pedagang eceran dengan mengerek harga elpiji 3 kg. Di beberapa pengecer, harga elpiji 3 kg mencapai 35 ribu per tabung.

"Kami himbau warga jangan panik sehingga, jadi korban pengecer. Belilah elpiji di pangkalan Pertamina, dengan harga sesuai HET dan stok tersedia mencukupi. Bahkan, penyaluran elpiji di Januari ini sudah kami tambah," sambung Roby.

Sejak 1 hingga 20 Januari 2020 lanjutnya, Pertamina Marketing Operation  Region (MOR) I telah menyalurkan 6,86 juta tabung di seluruh Sumut. Jumlah ini meningkat 6,15 persen dibanding periode serupa tahun lalu. Yaitu sejumlah 6,43 juta tabung.

Menghadapi momen tahun baru Imlek, Pertamina MOR I telah menyiapkan penambahan fakultatif elpiji 3 kg yakni, sebanyak 421 ribu tabung yang dapat disebar sesuai kebutuhan.

"Kami menghimbau agar masyarakat membeli elpiji 3 kg di pangkalan resmi Pertamina, sesuai HET. Belilah sesuai dengan kebutuhan, tidak perlu menimbun. Karena pasokan tersedia mencukupi. Jika ada pangkalan yang terindikasi melanggar ketentuan, harap laporkan pada kami untuk kami periksa dan tindak," kata Roby.

Pihaknya juga menegaskan kembali agar masyarakat menggunakan elpiji sesuai peruntukan.

“Masyarakat mampu, pengusaha hotel, restoran, komersial dan industri harus menggunakan elpiji non subdisi yaitu Bright Gas 5.5 kg, Bright Gas 12 kg, elpiji 12 kg dan elpiji 50 kg,”sebutnya. (ef/foto:ist)

Latest Articles

Comments