Perempuan Sumut Diimbau Hidup Sehat dan Pemeriksaan Rutin

Alfatih-media.com-Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis mengimbau, kepada kaum perempuan untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta rutin memeriksakan kesehatan. Terutama mendeteksi dini penyakit kanker payudara.

Pesan itu disampaikan Nawal Lubis saat meninjau pelaksanaan Mamografi secara gratis di Rumah Sakit (RS) Haji Medan, Kamis (17/11/2022). Turut hadir dalam tinjauan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Sumut Ismail Lubis dan Direktur RS Haji Medan Rehulina Ginting.

Pada kesempatan itu, Nawal melihat proses mamografi  atau pemeriksaan payudara menggunakan sinar X dosis rendah, untuk melihat beberapa tipe tumor dan kista. Ia pun berpesan, agar kaum ibu memeriksa kesehatan payudara, mengingat penyakit ini masih mengkhawatirkan dengan jumlah ratusan kasus yang terjadi di Sumut.

Berdasarkan data, katanya, penderita kanker di Kota Medan pada 2021 tercatat mencapai 1.768 kasus. Dari jumlah tersebut, kanker payudara adalah yang terbanyak dengan 824 kasus. Karenanya pemeriksaan menggunakan mamografi (mammograpy) setidaknya akan dapat mendeteksi sejak dini kemungkinan penyakit yang menyerang perempuan ini.

“Saya mengimbau agar ibu-ibu mau memeriksakannya (deteksi kanker payudara) secara rutin, bisa setahun sekali. Dengan begitu, jika ada gejala atau kemungkinan terjadi, bisa segera ditangani sejak dini,” sebut Nawal.

Nawal pun mengapresiasi langkah RS Haji Medan yang memberikan pelayanan mamografi secara gratis untuk 40 orang perempuan, dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 tahun 2022. Sekaligus berharap, semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya memeriksakan kesehatan secara rutin, apalagi fasilitas seperti RS Haji Medan juga memiliki berbagai fasilitas layanan pemeriksaan kesehatan lainnya.

Sementara itu, Direktur RS Haji Medan, Rehulina Ginting mengatakan, bahwa Mamografi gratis berlangsung dalam rangka peringatan HKN ke-58, tahun 2022. Ada 40 orang perempuan yang diberikan layanan pemeriksaan payudara menggunakan alat pemindai tersebut.

Untuk pelaksanaannya sendiri, kata Rehulina, pemeriksaan atau deteksi kanker payudara ini berlangsung setidaknya selama 15 menit untuk satu orang. Sehingga dalam sehari maksimal bisa menampung hingga 20 pasien.

“Pemeriksaan kita maksimal itu 20 pasien per hari. Karena untuk layanannya, memakan waktu sedikitnya 15 menit, sehingga dalam satu jam bisa 4 orang. Untuk hari ini, sudah ada 14 orang yang kita layani,” ujar Direktur RS Haji Medan didampingi Kabag Umumnya Anda Siregar. (ril/ef/foto:ist)

 

Latest Articles

Comments