Perbanyaklah Shalat Sunah Ini Saat Bencana Melanda

Alfatih-media.com- Di dalam kitab Nihayatuz Zain disebutkan bahwa di antara shalat sunah yang dianjurkan unuk kita kerjakan adalah shalat sunah Istiazah. Shalat ini bertujuan sebagai permohonan perlindungan kepada Allah agar kita selamat dari segala fitnah, musibah, serta godaan setan.

Shalat sunah Isti’azah ini berjumlah dua rakaat dan dikerjakan setelah melaksanakan shalat sunah Dhuha tanpa berjemaah. Imam Nawawi berkata;

وَمِنْه صَلَاة الإستعاذة وَهِي رَكْعَتَانِ بعد صَلَاة الضُّحَى يَنْوِي بهما سنة الِاسْتِعَاذَة يقْصد بهما أَن الله يعيذه من شَرّ

يَوْمه وَلَيْلَته

“Sebagian shalat sunah adalah shalat sunah Isti’azah. Ia berjumlah dua rakaat dan dikerjakan setelah shalat Dhuha dengan niat meminta perlindungan, dengan tujuan agar Allah melindunginya dari keburukan selama sehari semalam.”

Adapun tata cara melaksanakan shalat sunah Isti’azah adalah sebagai berikut;

Pertama, melaksanakan shalat sunah dua rakaat dengan niat sebagai berikut;

أُصَلِّى سُنَّةَ الإِسْتِعاَذَةِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعاَلى

Usholli sunnatal isti’azati rok’ataini lillahi ta’la.

“Saya niat shalat sunah Isti’azah dua rakaat karena Allah.”

Kedua, pada rakaat pertama setelah membaca al-Fatihah disunahkan untuk membaca surah al-Falaq.

Ketiga, pada rakaat kedua setelah membaca al-Fatihah disunahkan untuk membaca surah al-Nas.

Keempat, kemudian setelah salam membaca doa berikut;

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحيِمْ ِالحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العاَلَمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِيِّ وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

أَللَّـهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ خَلِيْلٍ ماَكِرٍ عَيْناَهُ تَرْياَنِيْ وَقَلْبُهُ يَرْعاَنِيْ إِنْ رَأَىْ حَسَنَةً دَفَنَهاَ وَإِنْ رَأَىْ سَيِّئَةً أَذاَعَهاَ , أَللَّـهُمَّ

إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ يَوْمِ السُّوْءِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ لَيْلَةِ السُّوْءِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ ساَعَةِ السُّوْءِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ صاَحِبِ

السُّوْءِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ جاَرِ السُّوْءِ فيِ داَرِ المَقاَمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bismillahir rohmanir rohim. Alhamdulillahi robbil ‘alamin wa shollahu ‘ala sayyidina muhammadinil ummiyyi wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.  Allohumma inn a’uzubika min kholilin makirin taroyani wa qolbuhu yar’ani in ro-a hasanatan dafanaha wa in ro-a sayyi-atan aza’aha allohumma inni a’uzubika min yawmis su-i wa a’uzubika min lailatis su-i wa a’uzubika min sa’atis su-i wa a’uzubika min shohibis su-i wa a’uzubika min jaris su-i fi daril maqomi wa shollahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

“Dengan menyebut nama Allah Yang maha Pengasih dan penyayang, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Semoga Allah limpahkan rahmat dan salam kepada jungjungan kita Nabi Muhammad yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis) juga kepada keluarga dan para sahabatnya.

Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari makhkuk jahat yang berbuat jahat, matanya menatap iri kepadaku, juga hatinya dengki kepadaku, apabila melihat kebaikanku, ia memendamnya, apabila melihat keburukanku, ia menyebarkannya. Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari hari yang buruk, aku berlindung kepada-Mu dari malam yang buruk pula.

Aku berlindung kepada-Mu dari waktu yang buruk, aku berlindung kepada-Mu dari kawan yang jahat, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang jahat, di tempat aku tinggal. Semoga Allah limpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw juga kepada keluarga dan para sahabatnya.” (sumber:bincangsyariah/foto: ilustrasi/int)

Latest Articles

Comments