Pemilihan Presiden Lebanon Gagal Keenam Kalinya

Alfatih-media.com-Anggota parlemen Lebanon gagal untuk keenam kalinya untuk memilih pengganti mantan presiden Michel Aoun, yang kekuasaannya berakhir pada bulan lalu. Parlemen terbagi antara pendukung gerakan Hizbullah yang didukung Iran dan lawan-lawannya. Tak satu pun dari mereka memiliki mayoritas yang jelas.

Anggota parlemen Michel Moawad, yang dianggap dekat dengan Amerika Serikat, mendapat dukungan 43 dari 128 anggota parlemen. Tapi penghitungannya kalah jumlah dengan 45 surat suara kosong yang diberikan oleh anggota parlemen pro-Hizbullah dan jauh dari selisih yang dibutuhkan untuk menang.

“Ini kebuntuan total,” kata anggota parlemen independen Mark Daou kepada AFP pada Kamis (17/11/2022). “Kami tidak akan memiliki presiden sebelum tahun depan.”

Dalam masing-masing dari enam sesi yang diadakan untuk memilih presiden baru sejauh ini, blok pro-Hizbullah telah keluar sebelum anggota parlemen dapat mengadakan pemungutan suara putaran kedua yang akan mengurangi jumlah surat suara yang dibutuhkan untuk menang dari 86 menjadi 65.

Anggota parlemen Ali Hassan Khalil dari gerakan Amal yang bersekutu dengan Hizbullah mengatakan blok tersebut telah mengadopsi taktik tersebut karena “mustahil untuk memilih presiden tanpa konsensus di antara anggota parlemen.”

Pencalonan Moawad ditentang oleh Hizbullah, yang pemimpinnya Hassan Nasrallah minggu lalu menyerukan seorang presiden yang siap melawan Amerika Serikat. Ada penundaan dalam pemilihan presiden Lebanon sebelumnya.

Pemilihan Aoun sendiri pada tahun 2016 mengikuti kekosongan selama lebih dari dua tahun di istana kepresidenan karena anggota parlemen melakukan 45 upaya yang gagal sebelum mencapai konsensus tentang pencalonannya.

Tetapi kekosongan tahun ini terjadi karena Lebanon terperosok dalam krisis ekonomi yang oleh Bank Dunia disebut sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah baru-baru ini. Negara itu juga hanya memiliki pemerintahan sementara sejak Mei meskipun ada seruan dari kreditor internasional untuk reformasi besar-besaran guna membuka jalan bagi pencairan pinjaman darurat miliaran dolar. (berbagai sumber)

Latest Articles

Comments