Pasca Pemilu, Rektor PTN dan PTS Se Sumut Nyatakan Sikap

MEDAN (alfatih-media.com)-Para rektor dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumatera Utara sepakat menyampaikan pernyataan sikap bersama untuk menyikapi situasi politik nasional pasca Pemilu 2019.

Dihadiri  Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Provinsi Sumatera Utara, Prof. Dr. Dian Armato,  pernyataan sikap  dan himbauan bersama tersebut dibacakan, Kamis (16/5) oleh Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr Runtung Sitepu  di Lantai I Gedung Biro Rektor USU dengan diikuti seluruh  rektor yang hadir.

 Selain menyampaikan pernyataan sikap bersama, para rektor dan pimpinan PTN dan PTS se-Sumut  juga membubuhkan nama dan  tandatangan disapanduk  berisikan butiran-butiran  pernyataan sikap bersama  mereka  dalam merespon suhu politik nasional yang semakin memanas pasca Pemilu 2019..  

Sedikitnya  54 dari 200 lebih pimpinan PTN dan PTS Hadir dalam acara itu, antara lain, Rektor Unimed, Prof. Dr. Syawal Gultom, Rektor UMSU, Dr. Agussani diwakili Wakil Rektor III, Dr. Rudianto,  Rektor UISU,   Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP,  Rektor UMN AL Washliyah H. Hardi Mulyono, dan Rektor UHN, Dr. Haposan Siallagan SH, MH, dan puluhan pimpinan PTS yang ada di Sumut.

Para pimpinan perguruan tinggi tersebut menyampaikan pernyataan sikap serta imbauan mereka kepada masyarakat, elit politik dan juga para penyelenggara pemilu seperti KPU, Bawaslu dan DKPP. Adapun pernyataan sikap bersama para rektor tersebut adalah, menghimbau kepada Penyelenggara Pemilu (KPU, Bawaslu dan DKPP) agar dalam menjalankan tugas dan fungsinya berdasarkan pada asas-asas mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, terbuka, proporsional, profesional, akuntabel, efektif dan efisien serta amanah.

Kemudian, menghimbau kepada seluruh insan civitas akademika, seluruh elemen masyarakat dan para elit politik untuk memberikan kesempatan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan hingga pengumuman resmi hasil  Pemilu nantinya  .

Kemudian, menghimbau kepada seluruh insan civitas akademika, seluruh elemen masyarakat dan para elit politik untuk menghindari diri dari perbuatan yang sifatnya melanggar norma-norma agama, norma-norma hukum, moral, provokatif dan perbuatan lainnya yang dapat mengganggu kerukuran kehidupan  bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Selain itu, juga menghimbau kepada insan civitas akademika, seluruh elemen masyarakat dan para elit politik untuk tidak mudah terprovokasi oleh sikap atau ajakan dari sekelompok orang yang ingin mengacaukan kehidupan bermasyarakat,  berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI.

Terakhir menghimbau kepada pihak-pihak yang melihat atau mengetahui terjadinya kecurangan atau pelanggaran dalam pelaksanaan Pemilu atau terjadi sengketa dalam proses Pemilu, agar menempuh upaya hukum untuk mencari penyelesaiannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu mewakili para rektor PTN dan PTS mengatakan, pernyataan sikap ini akan dikirim kepada semua lembaga terkait, misalnya KPU, Bawaslu, dan DKPP.

”Lahirnya gagasan bersama ini didasari keperihatinan kita melihat situasi politik di Tanah Air,” sebutnya.

Prof Dr Runtung Sitepu mengatakan, inisiatif untuk menyampaikan imbauan dan pernyataan sikap bersama para Rektor PTN dan PTS se-Sumatera Utara, merupakan bagian dari upaya mereka mencegah terjadinya perpecahan pasca Pemilu 2019.

“Tujuan dari prnyataan sikap dan imbauan ini  agar seluruh pihak  saling menahan diri serta bersabar menunggu hasil resmi Pemilu 2019, ini merupakan upaya preventif dari kalangan akademisi yang harapannya dapat didengarkan oleh masyarakat. Siapapun yang terpilih, maka itulah yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Kami sebagai pimpinan lembaga pendidikan merasa memiliki tanggung jawab moral dalam memberikan suasana sejuk bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab NKRI  merupakan hargi mati yang tak bisa ditawar-tawar lagi,” tegasnya.

Runtung mengakui,  secara umum situasi masyarakat, khususnya di Sumatera Utara  masih sangat terkendali.

“Sejauh ini  kami melihat  aktifitas masyarakat masih dalam batasan normal. Meski demikian  kita tidak bisa lengah dan harus tetap menjaga pesatuan dan kesatuan,” tegasnya

Disamping itu, sambung rektor,  pernyataan sikap ini merupakan  sebagai bentuk  upaya preventif.”Kita tidak ini  sudah sempat terjadi baru  berfikir, artiny kami  ingin berbuat sebelum terlambat  ," ujarnya.

Katanya, pimpinan PTN dan PTS berharap dengan pernyataan sikap para pimpinan kampus ini dimaknai  para  dosen dan  mahasiswa sebagai sebuah nasehat bagi mereka.

“Alhamdulillah sejauh ini anak-anak mahasiswa kita masih mendengarkan nasehat kita dan masih berfikiran positif," sebutnya.

Ditambahkannya, jika pasca kegiatan ini masih tetap ada pihak-pihak dari kalangan civitas akademika maupun kalangan mahasiswa yang tetap ingin menyampaikan pendapat, mereka tidak akan menghalangi. Namun, dia mengimbau agar hal tersebut tetap dilakukan dengan mematuhi aturan yang berlaku.

"Jika ada oknum dosen atau mahasiswa  melakukan kegiatan yang melanggar aturan  , maka itu menjadi tanggungjawab pribadi  masing-masing, hanya saja kita sudah ingatkan, " demikian Runtung Sitepu.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Provinsi Sumatera Utara, Prof. Dr. Dian Armato,  mengatakan, kegiatan ini sangat stratgis dan mulia.”Ada 200 lebih pimpinan PTN dan PTS yang ada di sumut mendukung acara ini,” sebut. Namun, yang hadir dalam acara hari ini, sekitar 54  pimpinan PTN dan PTS.

“Kita berharap pernyataan sikap para pimpinan PTN dan PTS ini memberikan angin segar dan udara menyejukkan bagi iklim politik nasional pasca Pemilu 2019,” sebutnya. (ef/foto:ist)

 

Latest Articles

Comments