OJK Goes To Pesantren Di Simalungun

SUMUT (alfatih-media.com)-Kantor Regional (KR) 5 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menggelar edukasi atau "Goes to Pesantren" di Pesantren Modern Al Barokah di Jalan Gotong Royong Desa Silinduk, Kecamatan Tapian Dolok,  Kabupaten Simalungun, Kamis (1/11)

Acara Sosialiasi Pengenalan dan Perencanaan Keuangan kepada para santri Ponpes Al Barokah itu dibuka Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan dan Perizinan KR 5 OJK Sumbagut Anton Purba. Pembicara lainnya yakni, Kasubbag Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Zulfikar. Acara itu dirangkai dengan Workshop penulisan berita/opini keuangan dengan tema: opini santri mengenai lembaga jasa keuangan bagi masyarakat dan atau dunia pendidikan.

Anton menyebutkan, OJK didirikan pada 22 Nopember 2011 sesuai dengan UU nomor 21 tahun 2011. "OJK sebuah lembaga yang diberikan tugas untuk mengatur seluruh lembaga keuangan di Indonesia," kata Anton.

Dia menyebutkan, adapun yang diawasi OJK ada tiga kategori yakni, perbankan, industri keuangan non bank (IKNB) seperti asuransi, pembiayaan, pegadaian, dana pensiun dan sebagainya. Ketiga, pasar modal dimana mengenai ini jarang terdengar dimana fungsinya berupa produk jual beli saham.

Sedangkan tugas OJK mengatur, mengawasi dan memberikan edukasi dan perlindungan nasabah. "Jadi sekarang ini kami edukasi kepada para santri sebagai bagian dari perlindungan konsumen," terang Anton.

Selain itu, kata Anton, OJK juga mengadakan workshop tentang penulisan berita dan opini. Namun, yang perlu diwaspadai adalah berita hoax, sedini mungkin hendaknya diketahui mana berita hoax. Ia juga minta kepada para santri agar dapat menggali ilmu sebanyak-banyaknya.

"Kemampuan menulis itu sangat penting dan nanti bermanfaat bagi santri," ungkapnya.

Zulfikar menambahkan, OJK suatu lembaga baru yang berdiri antara lain karena latar belakang konglomerasi. Selama ini perbankan diawasi Bank Indonesia, pasar modal diawasi Bapepam dan asuransi oleh lembaga keuangan. "Sekarang pengawasannya jadi satu yakni OJK," kata Zulfikar.

Ia menyebut OJK dibentuk sesuai UU nomor 21 tahun 2012 oleh BI dan Kementerian Keuangan. "Santri itu perlu tahu tentang lembaga baru OJK," katanya.

Zulfikar juga memberikan tips-tips tentang investasi termasuk pembelian dan kebutuhan. Artinya, beli sesuai kebutuhan utama. Media gathering itu mengetengahkan tentang perkembangan informasi inklusi dan literasi sektor jasa keuangan di Sumut secara berkala. Kabag Ekonomi Kabupaten Simalungun Pian Damanik membawakan materi peluang pembiayaan dan perkembangan ekonomi di Simalungun. Ahmad Zein dengan materi perkembangan industri digital bagi media publikasi. Juga materi pemanfaatan produk asuransi dalam rangka mitigasi risiko bencana dari PT Asuransi ACA. (ef)

Latest Articles

Comments