Nyaris Sempurna, Rizki Maulana Sujud Syukur Usai Tampil Cabang Hifzh 10 Juz

MEDAN (alfatih-media.com)- Suasana haru datang seketika setelah Rizki Maulana Siregar (17) berhasil tampil nyaris sempurna pada Cabang Hifzh 10 Juz di hari ketiga Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke XXVII, di Gedung Jabal Nur, Asrama Haji, Medan, Selasa (9/10/2018).

 

Hampir tidak ada kesalahan saat tampil dan bisa menjawab tepat soal yang diajukan oleh dewan hakim, Rizki yang masih kuliah semester pertama di Fakultas Ushuludin dan Studi Islam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) ini sujud syukur usai tampil. Dengan mata berkaca-kaca, dia memeluk pendampingnya Ustadz Irham Taufiq. Mendapati hal itu, pendampingnya Ustad Irham Taufiq pun melakukan hal yang sama, sujud syukur. Tak hanya itu, satu persatu teman, kerabat dan masyarakat yang hadir juga mendatanginya. Memberikan ucapan selamat dan pelukan.

Kepada wartawan, Rizki menuturkan, merupakan kebanggan menjadi duta MTQN dari provinsi tempat ia tinggal. Namun, juga menjadi tanggung jawab yang berat karena Sumut selaku tuan rumah punya target yang serius pada ajang MTQN tahun ini. Karena punya tanggung jawab yang berat, Rizki yang merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara ini rela ekstra latihan selama 6 bulan sebelum lomba. 

"Alhamdulilah, tidak ada kesalahan. Ini semua tidak lepas dari dukungan orangtua, guru, pemdamping saya. Kami juga sudah bersusah payah latihan. Untuk lomba menjelang MTQN ini, persiapannya enam bulan. Termasuk di karantina bersama kafilah asal Sumut lainnya. Setelah berusaha, saya hanya bisa berdoa dan bertawakkal,"kata anak dari Deni Siregar dan Salmawati ini. 

Rizki yang lahir di Medan, 23 Januari tahun 2000 silam ini mengatakan, untuk memperlancar jalannya lomba, sebelum tampil ia terlebih dahulu meminta restu kepada kedua orangtua, guru-guru dan teman-temannya.

“Sebelum tampil, saya minta izin kepada orangtua, guru dan teman-teman. Selain meminta doa, juga meminta dukungannya. Kalau optimis ya optimis, tapi kalau bukan rezeki kita mau bagaimana lagi. Karena rezeki itu datangnya dari Allah. Jadi, saya serahkan kepada Allah,”ucap alumni SMA MAN 1, Medan ini.

Rizki yang bercita-cita menjadi hakim agama ini menyukai membaca Al Quran sejak kelas 1 SMP Tsanawiyah Islamic Centre. Saat itu, gurunya Ustadz  T Alamsyah yang mendidiknya untuk bisa mengahafal 30 juz. Namun menurutnya, hafal 30 juz bukanlah kehebatannya semata. Melainkan karena Allah.

Pendamping Rizki, Ustadz Irham Taufiq berujar, sebelum lomba, pihaknya memaksimalkan latihan selama enam bulan. Latihan yang diberikan meliputi, kedisplinan dan hafalan bacaan Al Quran. Tidak hanya disiplin belajar, tapi juga disiplin bangun tidur, makan dan istirahat secara teratur.

“Selain itu, kita juga berlatih bagaimana membiasakan diri tampil di depan. Jadi, sebulan sebelum tampil mereka sudah di karantina dibeberapa tempat seperti, di Asrama Haji, UINSU dan beberapa tempat lainnya,”ucap Irham yang pernah beberapa kali menjadi juara lomba tingkat internasional. (ef/foto:alfatih)

Latest Articles

Comments