Nabi Membolehkan Iri kepada Dua Orang Ini

Alfatih-media.com-Salah satu sifat tercela yang harus dijauhi umat muslim adalah sifat hasud atau iri dengki kepada orang lain. Iri saat teman memiliki sesuatu yang baru atau pangkat dan jabatan yang tinggi. Namun, Nabi saw. di dalam suatu hadis menyebutkan bahwa ada dua orang yang kita boleh iri kepada mereka. Siapa sajakah orang itu?

Hadis tersebut merupakan riwayat Abdullah bin Mas’ud r.a., ia berkata bahwasannya Nabi saw. pernah bersabda,

لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَآخَرُ آتَاهُ اللَّهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا.  رواه البخاري.

Tidak boleh ada rasa iri dengki kecuali kepada dua orang, yakni orang yang diberikan Allah harta, lalu ia membelanjakannya dalam kebenaran dan orang yang diberikan Allah suatu hikmah (ilmu), lalu ia menerapkannya dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari).

Berdasarkan hadis tersebut, Nabi saw. memperbolehkan iri kepada dua orang.

Pertama adalah orang yang diberikan rezeki yang lebih oleh Allah swt. lalu ia dapat menggunakannya dengan baik. Tidak digunakan foya-foya atau dihambur-hamburkan dengan mubadzir. Tetapi ia manfaatkan hartanya dengan menatasarrufkannya kepada hal-hal yang baik. Untuk menafkahi keluarganya, membantu orang lain dan menshadaqahkannya. Maka, kita diperbolehkan iri kepadanya, iri atas sifatnya yang mulia.

Kedua adalah orang yang diberikan ilmu oleh Allah swt. lalu ia mampu mengamalkannya serta mengajarkannya kepada orang lain. Ilmu yang diberikan oleh Allah kepadanya tidak digunakan untuk membodoh-bodohi orang lain, atau disimpan sendiri tanpa mau membaginya. Dan ia pun senantiasa menerapkan ilmu yang ia miliki ke dalam kehidupan sehari-hari, artinya ilmunya sangat bermanfaat untuk dirinya maupun orang lain. Maka, kita juga diperbolehkan iri kepada orang yang memiliki sifat seperti ini.

Demikianlah sabda Nabi saw. yang membolehkan umatnya untuk iri kepada orang yang memiliki sikap dermawan dan bijak atas harta yang diberikan oleh Allah swt. dan kepada orang yang dapat memanfaatkan ilmunya baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Wa Allahu A’lam bis Shawab. (sumber :bincangsyariah)

 

Latest Articles

Comments