Menyembuhkan Penyakit di Wajah dengan Wudhu

Alfatih-media.com-Membasuh wajah dalam wudhu adalah satu hal yang jika ditinggalkan, maka wudhu menjadi tidak sah. Sebab membasuh bagian wajah adalah rukun kedua dalam wudhu. Tak salah jika ada pengertian yang menyebutkan bahwa wudhu adalah menggunakan air yang suci dan mensucikan dengan cara yang khusus di empat anggota badan yaitu, wajah, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki. Yang demikian  berdasarkan firman Allah dalam QS Al maidah ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى

الْكَعْبَيْنِ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, 

Dalam berwudhu, urutan yang ditunjuk setelah selesai niat adalah membasuh wajah. Hal tersebut merupakan suatu cara yang sangat ideal dalam usaha untuk mencegah dan mengobati penyakit di wajah yang memiliki pancaindera yang sangat vital, yaitu mata. Karena dilihat dari sindrom kelainan meridian, penyakit yang muncul biasanya berupa penyebab penyakit luar yang relatif mudah masuk dan mudah keluar. Apabila dibiarkan, maka akan masuk lebih dalam dan tentunya akan menimbulkan gejala yang lebih berat.

Pong Permadi D dalam karyanya Pedoman Praktis Belajar Akupuntur dan Kecantikan menyebutkan bahwa rerdapat delapan puluh empat titik akupunktur di wajah yang terjamah ketika membasuh wajah. Dengan rincian sebagai berikut: titik pokok bejumlah 28; titik istimewa berjumlah 9; titik akupunktur muka berjumlah 24; titik akupuntur hidung berjumlah 23.

Adapun Oan Hasanuddin memaparkan indikasi secara garis besar dari keseluruhan titk di atas yang disarikan dari lampiran daftar titik akupunktur anggota wudhu antara lain untuk epistaksis (mimisan), anosmia (hilangnya rasa penciuman), hidung tersumbat, paralysis fasialis (kelumpuhan otot wajah), penyakit hidung, sinusitis (peradangan sinus), common cold (masuk angin), keratitis (peradangan pada kornea), konjungtivitis, hemeralopia myopiaatropi nervus opticus, mata kedutan, banyak keluar air mata, mata merah, mata bengkak, mata gatal, mata radang, mata nyeri, tik fasialis (spasme otot-otot wajah).

Selain itu, ada juga rinnitis (radang hidung), sakit gigi, trigeminal neuralgia,  trismus, parotitis, neuralgia pada otitis media, otitis media (peradangan telinga tengah / timpanitis), neuralgia trigemini, tinnitus, halusinasi pendengaran, skizofrenia, buta warna, sakit kepala, tremor kelopak mata atas, nyeri pada bagian supraorbitalis, epilepsy, pusing, sakit kepala bagian depan (kening), migren, conjungtivitis, glaucoma, atrofi optic, katarak, retinitis, buta malam, afonia, nyeri kantus lateralis mata, dizziness, rahang terkancing, kejang otot-otot temporal, nyeri dan bengkak daerah maksila, tremor palpebra (tremor kelopak mata), rinorea, pembengkakan gusi, mania, pembengkakan muka, dan sebagainya.

Dari sejumlah titik yang ada pada wajah, sungguh sangat banyak indikasi untuk terapi berbagai macam penyakit. Hal ini menunjukan suatu maksud di balik perintah membasuh wajah dalam berwudhu yaitu  untuk memelihara diri melalui kesehatan, antara lain memelihara mata dan hidung dari berbagai keluhan, sebagaimana yang telah diindikasikan diatas. (sumber:BincangSyariah.com)

Latest Articles

Comments