Mengapa Allah Menyukai Orang yang Makan Secukupnya? Ini Kata Imam al-Ghazali

Alfatih-media.com-Kesederhanaan merupakan bagian dari sikap yang dianjurkan dalam Islam. Apapun bila berlebihan itu tentu akan berdampak buruk bagi kehidupan, termasuk makan. Oleh karena itu, sahabat Ibnu Abbas meriwayatkan sebuah hadis demikian.

أحبكم إلى الله أقلكم طمعا وأخفكم بدنا

Orang yang paling Allah cintai itu yang makannya sedikit dan berat badannya ringan. (HR Dailami).

Mengenai hal ini, Syekh al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan nasihat Imam al-Ghazali mengenai bahaya makan dan minum terlalu berlebihan.

قال الغزالي: من أبواب الشيطان العظيمة الشبع ولو من حلال فإنه يقوي الشهوات وهي أسلحة الشيطان وروي

أن إبليس ظهر لسيدنا يحيى عليه الصلاة والسلام فرأى عليه معاليق من كل شيء فقال: ما هذه فقال:

الشهوات التي أصيد بها بني آدم قال: فهل لي فيها شيء قال: ربما شبعت فثقاناك عن الصلاة والذكر قال: لله

علي أن لا أملأ بطني أبدا قال إبليس: ولله علي أن لا أنصح أبدا.

Imam al-Ghazali berpendapat, di antara kunci setan paling besar (menggoda manusia) itu melalui kenyang karena makan, walaupun dari makanan yang halal. Kekenyangan itu dapat meningkatkan syahwat, dan itulah senjatan setan.

Diceritakan bawah iblis pernah bertemu Nabi Yahya. Ia melihat iblis membawa kunci (jebakan) segalanya. “Apa ini?” tanya Nabi Yahya penasaran. Ini adalah syahwat yang buat aku jadikan alat pemburu anak Adam. “Bolehkah saya tahu satu saja fungsi dari kunci-kunci itu?” tanya Nabi Yahya memburu. “Kalau Anda kenyang, pasti Anda akan berat melakukan shalat dan zikir,” jawab setan menasihati. “Kalau begitu, aku tidak akan mau kenyang untuk selamanya,” timpal Nabi Yahya. “Aku juga tak akan memberitahu lagi fungsi kunci-kunci lainnya untuk selamanya.”

Oleh karena itu, dalam kitab Lubbabul Hadis bab ke tiga puluh empat imam As-Suyuthi (w. 911) menuliskan sepuluh hadis tentang fadhilah atau keutamaan sedikit makan, tidur, dan istirahat sebagaimana dijelaskan dalam tulisan mengenai keutamaan sedikit makan, tidur dan istirahat. (sumber:BincangSyariah.com)

Latest Articles

Comments