Mendadak Sakit di Tengah Puasa, Bolehkah Berbuka?

Alfatih-media.com– Bagi orang-orang yang memiliki riwayat penyakit, kehadiran bulan puasa merupakan ujian yang berat bagi mereka. Misalnya, seperti penderita asam lambung (Gastroesophageal Reflux Disease). Penyakit ini kerap kali muncul dengan naiknya asam lambung hingga terasa di bagian kerongkongan. Si penderita akan merasakan sensasi seperti terbakar pada bagian dada dan perut. Di samping itu, muncul juga rasa mual, kembung dan rasa tidak enak pada tenggorokan.

Bagi para penderita, penyakit semacam ini seringkali muncul di tengah-tengah pelaksanaan ibadah puasa. Puasa bagi mereka merupakan tantangan tersendiri selama bulan Ramadhan. Lantas, bagaimana jika seseorang tiba-tiba sakit di tengah puasa seperti kasus ini? Bagaimana hukumnya?

Syeikh Muhammad Hasan Hitou dalam karyanya Fiqh al-Shiyam memberikan jawaban terkait permasalahan di atas sebagai berikut.

??? ???? ?????? ??????? ?????? ?? ??? ???? ????? ????? ??????? ???? ???? ?? ????? ???? ??? ????? ?????

???? ??????? ?????? ?????? ?????.

Apabila di waktu pagi seseorang yang tengah berpuasa masih dalam kondisi sehat, kemudian di siang harinya muncul atau mengalami sakit, maka boleh baginya untuk berbuka (membatalkan puasa), karena itu merupakan kondisi darurat dan uzur yang dibolehkan untuk membatalkan puasa.

Berdasarkan keterangan di atas, maka sudah seharusnya bagi orang yang memiliki riwayat penyakit atau mungkin yang tidak memiliki riwayat penyakit, namun tiba-tiba timbul suatu penyakit atau rasa sakit yang memberatkannya yang dirasa tidak mungkin untuk melanjutkan puasa, maka boleh bagi mereka untuk membatalkan puasa.

Kemudian, muncul lagi suatu pertanyaan, bagaimana jika tiba-tiba penyakit itu hanya penyakit ringan, seperti pusing, batuk, pilek dan lainnya?

Lanjut Syeikh Hasan Hitou, bahwa jika itu hanya penyakit ringan, di mana ia tidak mendapati kesulitan dalam puasanya, maka ia tidak boleh membatalkan puasa, karena memang puasa itu tempatnya ujian. Boleh jadi, orang-orang yang tetap berpuasa dalam kondisi sakit itu mendapat nilai tambahan di sisi-Nya.

Demikianlah hukum orang yang mendapati sakit di tengah puasanya. Semoga kita senantiasan diberikan kesembuhan dan kesehatan, agar dapat melaksanakan ibadah puasa kali ini dengan sempurna. Wallahu A’lam. (sumber:BincangSyariah.com)

Latest Articles

Comments