Lakukan Hal Ini Jika Ingin Menjadi Kebanggaan Nabi Saw

Alfatih-media.com-Kecintaan Rasulullah saw. terhadap umatnya tidak perlu diragukan lagi. Banyak pengorbanan beliau untuk kita semua. Bahkan seluruh hidup beliau memang digunakan untuk berjuang demi nasib umatnya. Sebut saja salat lima waktu, pada awalnya lima puluh waktu, namun atas saran Nabi Musa as. dan kepedulian Rasulullah saw. atas umatnya, akhirnya menjadi lima waktu.

Bahkan di saar nafas beliau sudah sampai ke dada, nama kita tetap tidak dilupakannya. “Ummati, ummati, ummati,”ucap lirih beliau. Ini pertanda bahwa beliau mencintai umatnya melebihi cintanya pada diri sendiri.

Terlepas dari itu semua, Rasulullah saw. sangat senang terhadap umatnya yang suka berderma. Beliau sangat mengapresiasi orang yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Sebut saja orang yang suka menyantuni anak yatim, beliau janjikan akan bersamanya nannti di surga. Selain itu, beliau juga memiliki kebanggaan tersendiri ketika melihat umatnya pandai bersyukur dan bersabar. Rasulullah saw. bersabda:

عجبا لامر المؤمن ان امره كله خير وليس ذاك لاحد الا للمؤمن ان اصابته سراء شكر فكانت خيرا له وان اصابته

ضراء صبر فكانت خيرا له

Ajaban liamril mukmin inna amrohu kullahu khoirun walainsa dzaka liahadin illa lilmukmini in ashobathu sarro’u syakara fakanat khoiron lahu wain ashobathi dhorro’u shibaro fakanat khoiron lahu.

Aku kagum terhadap urusan orang mukmin, karena semua urusannya memiliki nilai baik, dan itu tidak terjadi kecuali pada orang mukmin. Bila ia mendapatkan sesuatu yang menyenangkan, lalu ia berayukur, maka ia mendapatkan kebaikan, bila ia ditimpa sesuatu yang menyedihkan, lalu ia bersabar, maka ia pun mendapatkan kebaikan (HR. Muslim)

Jadi, jika ingin menjadi umat yang dibanggakan oleh Rasulullah saw., maka perbanyaklah bersyukur. Kenikmatan apa saja yang didapat senantiasa disyukuri. Sebaliknya, semua ujian yang menimpa disikapi dengan kesabaran. Dengan bersyukur saat bahagia dan bersabar saat mendapat ujian akan mendatangkan kebaikan di kemudian hari. Percuma dapat nikmat, tapi hati tidak bersyukur. Sungguh merana ketika diberi ujian malah hati tak dapat menerima. Semoga kita dijadikan hamba yang pandai bersyukur dan bersabar. Amin. Allah Ta’ala A’lam.

(sumber:bincangsyariah)

 

Latest Articles

Comments