Kuliah Umum Kapoldasu, Mahasiswa Di Imbau Jadi Polisi Bagi Dirinya Sendiri

MEDAN (alfatih-media.com)-Ratusan Mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) dari berbagai Fakultas menghadiri kuliah umum bertemakan "Strategi Penanganan Kamtibmas dan Penanggulangan Narkoba" di Auditorium Unimed, Rabu (16/10/2019).

Kuliah umum tersebut menghadirkan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu), Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH dan Prof Syawal Gultom (Rektor Unimed periode 2007-2011 dan 2015-2019). Pada kuliah umumnya, Kapoldasu, Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH mengatakan, bahwa diri sendiri bisa menjadi polisi untuk dirinya sendiri. Untuk itu, dia mengajak agar mahasiswa menjadi polisi bagi dirinya sendiri jika ingin terhindar atau terpapar dari narkotika. Begitu juga sebagai mahasiswa harus ikut serta menjaga Keamanan Ketertiban masyarakat ( Kamtibmas).

"Orang yang berusaha menghindarkan diri dari kejahatan, pengguna dan pengedar narkoba itu artinya sudah menjadi polisi bagi dirinya sendiri,"katanya.

Dikatakan Kapoldasu, gangguan Kamtibmas banyak terjadi diakibatkan kasus narkotika. Karena itulah, pihaknya terus melakukan upaya-upaya preventif untuk menangani kantibmas dan peredaran narkoba. Saat ini lanjutnya, Polda Sumut banyak melakukan kegiatan bukan hanya menjadi 'pemadam kebakaran' atas kejadian-kejadian namun berusaha mencari akar permasalahanya kemudian mencari solusi apa kira-kira yang dapat mengurangi permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat.

"Dengan upaya preventif yang kita lakukan itu sehingga gangguan Kamtibmas di Sumut relatif turun, itu juga karena terus melakukan pendekatan-pendekatan secara persuasif," tegasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, jika peredaran narkoba jumlahnya mau turun, maka polisi harus terus bertindak.

"Turun dalam arti peredarannya masih banyak ditengah masyarakat, tetapi semakin gencar kita melakukan penindakan tentunya aktifitas mereka lebih terbatas, dan kasusnya akan banyak kita ungkap. Kita mau polisinya aktif atau polisinya diam? Sekarang kita aktif agar peredarannya jangan sampai merebak," paparnya.

Sementara itu katanya lagi, pecandu dan pengedar ini tidak bisa di rehabilitasi, untuk itu pihaknya sudah meminta kepada Bupati dan Walikota untuk membangun fasilitas rehab agar pecandu dan penyalahgunaan narkoba semakin berkurang, dan demainnya turun sehingga ruang gerak mereka semakin terbatas.

Ketika ditanya berapa persentase kalangan intelektual dan mahasiswa dan pelajar yang terpapar narkoba, ia menjawab, saat ini tidak ada pandang bulu siapa yang akan menjadi korban, siapa saja bisa menjadi pecandu dan penyalahguna narkoba, oleh karena itu upayanya adalah bagaimana Bupati dan kepala Daerah menyiapkan tempat rehab, dan juga melakukan operasi di pintu masuk jalur distribusi peredaran narkotika yang ada di Sumut.

"Baik melalui jalur Aceh, jalur kita sendiri mulai Tanjung Balai, Labuhan Batu, Sergai kita kunci kemudian yang masuk dari Pekanbaru juga kita kunci, makanya perlu kerjasama semua pihak untuk menanggulangi bahaya narkotika utamanya merehap para pencandu dan penyalah guna, karena kalau mereka tidak direhab mereka tidak akan bisa pulih maka korbannya akan lebih banyak," ucapnya.

Rektor Unimed, Dr. Syamsul Gultom, SKM, M.Kes saat membuka kuliah umum mengatakan, Unimed terus menjaga Kamtibmas dilingkungan Unimed, ini dibuktikannya dengan tidak adanya mahasiswa yang tertangkap dan terlibat pada aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu lalu. Padahal sejumlah mahasiswa dari universitas lain banyak yang terlibat.

"Demi menjaga Kamtibmas ini, Unimed dan Kapolda akan bersinergi, ini kita tegaskan dengan adanya MOU antara Unimed dan pihak kepolisian," ujarnya.

Dipenghujung acara, para mahasiswa mengucapkan komitmennya dalam menjaga Kamtibmas. Isinya diantaranya "Kami mahasiswa Unimed menjaga Kamtibmas sepenuh hati, kami mahasiswa menolak narkoba sampai mati". Sementara itu, kuliah umum itu dihadiri para civitas akademika Unimed, Kapolresta Medan. (ef/foto:ist)

Latest Articles

Comments