Kisah Masjid Pertama yang Dibangun Rasulullah

Alfatih-media.com-Masjid adalah suatu bangunan yang mempunyai batas-batas tertentu dan didirikan untuk tujuan beribadah kepada Allah Swt. Ibadah yang dilakukan adalah shalat, berdzikir, membaca al-Qur’an dan berbagai ibadah lainnya. Lebih spesifik lagi, apa yang dimaksud sebagai masjid adalah tempat didirikannya shalat berjama’ah, baik shalat jum’at maupun shalat wajib lima waktu.

Masjid pertama yang dibangun Rasulullah bernama masjid Quba. Masjid ini dibangun oleh Rasulullah Saw. pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 kilometer di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam buku Sedjarah Mesdjid dan Amal Ibadah Dalamnja (1955), Aboebakar Atjeh menjelaskan tentang sejarah didirikannya masjid Quba. 

Tatkala penganiayaan oleh kaum Qurasiy di Mekkah sudah memuncak, kaum Quraisy sudah sepakat mengambil keputusan akan membunuh Nabi Muhammad Saw. Pada waktu itu, turunlah firman Allah Swt. yang menyuruh Nabi berhijrah ke Madinah.

Saat mengetahui hal tersebut, para kafir Quraisy di Mekkah menjadi putus asa. Sementara itu, para pengikut Nabi di Madinah telah bersumpah akan membela Nabi sampai kepada titik darah penghabisan dan memajukan permohonan agar Nabi pindah ke Madinah.

Pada malam hari, Nabi bersiap-siap keluar Mekkah diiringi oleh sahabatnya yang setia, Abu Bakar, yang berjanji akan menyelamatkannya keluar kota. Malam itu adalah malam yang sangat berbahaya. Malam itu adalah malam jang telah diputuskan oleh kaum Quraisy untuk mengepung dan membunuh Nabi. Ali bin Abi Thalib, anak paman Nabi, mengelabuhi kaum Quraisy dengan tidur tempat Nabi. Kaum Quraisy yang mengepung rumah Nabi pun menyangka bahwa yang berada di dalam rumah adalah Nabi.

Perlindungan Allah Swt. pada malam itu sedemikian besarnya sehingga sewaktu Nabi turun dari rumah dan melalui penjagaan-penjagaan yang rapi di setiap gang dan lorong, kaum Quraisy tidak mengetahui bahwa orang yang lewat adalah orang yang bendak ditangkap dan dibunuh.

Nabi berhasil keluar Mekkah dengan selamat dari rumahnya dan tidak berapa jauh di luar kota Mekkah, beliau bersama Abu Bakar pergi sampai ke sebuah gua yang dinamakan gua Thaur atau gua Tsur. Mereka masuk ke dalam gua tersebut dan beristirahat di sana selama tiga malam.

Alangkah besar kekecewaan kaum Quraisy saat memasuki rumah Nabi, karena tidak sabar lagi menanti dan tidak mendapati orang yang berbaring adalah Ali bin Abi Thalib. Sesudah tiga malam berada di gua Thaur, maka kendaraan yang telah dipesan oleh Abu Bakar pun datang dan dengan mengendarai kendaraan itu, berangkatlah Rasulullah Saw. bersama sahabatnya menuju Madinah.

Bagi orang Mekkah, Rasulullah Saw. mungkin dianggap sebagai pengrusak dan pengacau. Tapi bagi orang-orang di Madinah, yang hatinya telah diterangi oleh iman, kedatangan Nabi Muhammad Saw. adalah rahmat yang besar, guru yang akan memimpin di  dunia dan akhirat.

Kedatangan Nabi Muhammad Saw. disambut rombongan manusia di dareah Quba, di sebelah negeri Madinah. Serombongan manusia tersebut semakin lama semakin dekat. Keharuan tidak dapat ditahan, orang-orang baik tua maupun muda dari Madinah menyambut kedatangan Nabi. Sedangkan di sebelah pipinya berhamburan air mata kegirangan laksana untaian mutiara yang terlepas dari karangannya.

Nabi dipeluk dan diciumi dengan rasa kecintaan yang tidak dapat dilukiskan pena. Dalam suasana yang berbahagia tersebut, beliau masuk ke desa Quba dan beristirahat di sana selama empat hari yaitu pada hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis.

Selama Nabi tinggal di sana, beliau mengajar agama kepada orang banyak yang diikuti dengan penuh kepatuhan dan iman. Pada hari pertama kedatangannya, beliau mendirikan sebuah tempat untuk shalat, sebuah tempat utuk bersujud kepada Allah Swt. Tempat itu kemudian dikenal sebagai masjid Quba. Sejarah mencatat, masjid Quba tersebut adalah masjid pertama yang pertama didirikan oleh Rasulullah Saw.

Masjid Quba hanya dibangun dari pelepah dan daun kurma serta batu-batu gurun untuk pagarnya. Saat mendirikan masjid Quba inilah Nabi Muhammad Saw. menunjukkan suri tauladan dalam bekerja sama. Beliau turut mengangkat batu, sehingga tampak pada wajahnya yang letih lantaran bekerja berat.

Gotong royong dengan keikhlasan yang penuh adalah dasar pembangunan dalam Islam. Nabi memberikan contoh dengan perbuatannya untuk menggerakkan kaum Muslimin dalam usaha dan amal untuk membangun masjid sebagai kebutuhan yang pertama dalam kehidupan masyarakat Islam.

Tanda kiblat yang menjadi tujuan arah pada waktu shalat pun dibuat oleh Rasulullah Saw. sendiri dari batu bata dari penduduk Quba. Meskipun sangat sederhana, masjid Quba boleh dianggap sebagai bangunan yang sangat bersahaja. Hal tersebut sudah memenuhi syarat untuk mendirikan masjid.

Syarat tersebut yakni mempunyai suatu ruang segi empat dan berdinding. Bagian utara dibuat serambi untuk tempat shalat yang bertiang pohon kurma, beratap pelepah dan daun kurma. Terdapat pula tempat untuk berwudhu.

Sesudah pembangunan masjid selesai, maka Nabi pun melaksanakan shalat bersama dengan golongan Muhajirin yang mengikuti perpindahan beliau dari Mekkah dan golongan Anshor, orang-orang Madinah yang menyambut kedatangannya. Masjid Quba adalah masjid yang pertama kali didirikan dalam Islam, yang diperingati oleh Allah Swt. dalam Quran Surat At-Taubah Ayat 108.

Kedatangan Rasulullah Saw. di Madinah menjadi permulaan Tahun Hijriyah, perhitungan Tahun Islam. Masjid pertama yang didirikan oleh Nabi pada tahun 622 di Quba bukanlah sebuah masjid yang sudah mewah pembangunannya. Masjid itu hanya sekadar berfungsi untuk memberikan tempat untuk sujud, tempat shalat.

Masjid Quba adalah tempat yang dapat memberikan sedikit naungan dari pada panas matahari yang sangat terik di padang pasir dan memberikan sedikit perlindungan dari pada hiruk rikuk di luar bagi mereka yang pada hari itu ingin bersujud untuk berterima kasih kepada Allah Swt. (sumber:BincangSyariah.com)

 

Latest Articles

Comments